PejuangKantoran.com - Merry Riana selama ini dikenal sebagai motivator yang kisah hidupnya diangkat dalam buku Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar karya Alberthiene Endah.
Kini, Merry Riana mencoba menekuni dunia akting lewat sekuel film My Idiot Brother, yaitu Angel: Kami Semua Punya Mimpi. Dalam film ini Merry berakting bersama Cut Beby Tsabina dan Doddy Kesuma.
Saat ditemui seusai gala premiere, Merry Riana mengaku senang diberi kesempatan bermain film dan menjadi bagian dari film yang menurutnya penuh dengan pesan inspiratif.
Baca Juga: Ari Irham Terkesan Berakting bareng Aktor Berkebutuhan Khusus di Angel: Kami Semua Punya Mimpi
Angel: Kami Semua Punya Mimpi sendiri merupakan kerjasama Merry yang pertama dengan Fast Film yang juga memproduksi film My Idiot Brother.
“Saya senang bisa bermain di film ini, diberi kesempatan untuk berperan di film pertama dan yang kedua. Hal yang menarik dari film ini sehingga saya mau bermain di sini karena film ini bukan sekadar tontonan.
“Ada tuntunan yang bermakna, pesan inspiratif yang tidak menggurui, dan bisa relate dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap perempuan berusia 42 tahun ini.
Merry merasa ada banyak hal yang bisa ia maknai setelah menyaksikan film secara utuh.
Hal yang paling mengesankan adalah film ini, menurutnya, membuka mata bahwa tidak ada orang yang sempurna. Siapa pun memiliki keinginan dan impiannya masing-masing.
“Dengan ketidaksempurnaan, bagaimana kita bisa sama-sama berjalan berdampingan, saling memahami dan mengerti.
"Menurut saya, itu yang paling penting karena kita tidak akan pernah bisa tahu bagaimana ‘berjalan di sepatu mereka’ (orang dengan kebutuhan khusus).
Baca Juga: Kris Dayanti Rela Tidak Makan Gorengan Demi Menjaga Vokalnya Tetap Prima
“Hanya orang-orang yang ‘berjalan dengan sepatu mereka’ sendiri yang bisa merasakan. Yang bisa kita lakukan adalah bersama-sama dengan dia, mendengarkan bagaimana sih rasanya berjalan di sepatu kamu sendiri,” ujar Merry.
Orang atau anak berkebutuhan khusus pun boleh menceritakan mimpi, harapan, dan perasaannya. Yang perlu kita lakukan hanya mencoba mendengarkan dan memahami mereka, sambil tetap mendampingi mereka di tengah ketidaksempurnaannya.
Semangat atau pesan inspiratif seperti itu yang menurut Merry sangat bagus digambarkan di film ini. Ditambahkannya, alangkah bahagianya jika kita semua punya mimpi dan dikelilingi oleh orang-orang yang mau sama-sama memperjuangkan mimpi itu.
Hal lain yang membuatnya senang bisa terlibat di film ini adalah karena sutradara Ivan Hamdhani Putra yang menurutnya sangat memperhatikan kesejahteraan pemain dan kru.