Dia lalu menjadi direktur pendiri Gatsby Charitable Foundation Computational Neuroscience Unit di University College London. Saat ini, pria kelahiran Wimbledon, London, 6 Desember 1947 ini menjadi profesor di departemen ilmu komputer di University of Toronto.
Dia menjabat sebagai Canada Research Chair in Machine Learning, dan sekarang menjadi penasihat untuk program Learning in Machines & Brains di Canadian Institute for Advanced Research.
Dia bergabung dengan Google pada Maret 2013 ketika perusahaannya, DNNresearch Inc., diakuisisi. Pada saat itu ia berencana untuk membagi waktunya antara penelitian di universitas dan pekerjaannya di Google.
Keluar dari Google
Namun saat teknologi AI sedang dipuja-puja, pada 1 Mei 2023 Geoffrey Hinton justru mengkritik AI. Dia mengaku sebagian dari dirinya menyesal telah menciptakan teknologi tersebut.
Dampak yang ditakutkannya adalah bahwa internet akan dibanjiri dengan foto, video, dan teks palsu, tetapi rata-rata orang bakal tak mampu lagi mengetahui mana yang benar.
Ia juga khawatir bahwa teknologi AI kelak akan mengacaukan pasar kerja. Ia memprediksi AI bisa menggantikan pekerjaan paralegal, asisten pribadi, penerjemah, dan pekerjaan lain yang berhubungan dengan tugas hafalan.
Baca Juga: Cara Menggunakan ChatGPT untuk Menulis Resume Lamaran Kerja, Mau Coba?
Geoffrey baru bebas menyatakan pendapatnya itu setelah berhenti dari Google, tempat kerjanya selama lebih dari satu dekade.
Bahkan, dia mengaku menerima permintaan untuk berbicara setiap dua menit sejak mengumumkan pengunduran dirinya dari Google sehingga dia dapat berbicara dengan bebas tentang "bahaya AI."
Hanya beberapa hari setelah resign dari Google, Geoffrey mengaku dimintai bantuan oleh Bernie Sanders, Elon Musk, dan Gedung Putih, untuk memperingatkan dunia tentang risiko kecerdasan digital.
Teknologi, yang sekarang menopang revolusi AI, muncul sebagai hasil dari upaya Hinton untuk memahami otak manusia –upaya yang meyakinkannya bahwa otak digital mungkin akan menggantikan otak biologis.
Konteks sistem kapitalis
Tetapi Geoffrey mungkin tidak memberikan nasihat yang ingin didengar oleh orang-orang kuat tersebut.
“Pemerintah AS pasti memiliki banyak kekhawatiran seputar keamanan nasional. Dan saya cenderung tidak setuju dengan mereka,” katanya kepada Guardian.