Geoffrey Hinton, The Godfather of AI yang Menyesal dengan Teknologi Ciptaannya Sendiri

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 6 Mei 2023 | 20:09 WIB
Geoffrey Hinton mengaku menerima permintaan untuk berbicara setiap dua menit sejak mengumumkan pengunduran dirinya dari Google. (Instagram @geoffrey.hintone)
Geoffrey Hinton mengaku menerima permintaan untuk berbicara setiap dua menit sejak mengumumkan pengunduran dirinya dari Google. (Instagram @geoffrey.hintone)

“Misalnya, saya yakin bahwa Departemen Pertahanan menganggap bahwa satu-satunya tangan yang aman untuk hal ini adalah Departemen Pertahanan AS –satu-satunya kelompok orang yang benar-benar menggunakan senjata nuklir."

Geoffrey menambahkan, sebagai seorang "sosialis" dia tidak setuju dengan kepemilikan pribadi atas media dan alat komputasi.

“Jika Anda melihat apa yang Google lakukan dalam konteks sistem kapitalis, Google bertanggung jawab seperti yang Anda harapkan," katanya.

Baca Juga: IBM Gantikan Karyawan dengan AI atau Kecerdasan Buatan

Tetapi itu tidak berarti Google mencoba memaksimalkan manfaatnya untuk semua orang. Secara hukum memang berkewajiban untuk memaksimalkan manfaatnya bagi pemegang sahamnya, dan itu hal yang sangat berbeda.

Meskipun begitu, Geoffrey kehilangan kata-kata ketika diminta memberikan nasihat konkret.

“Saya bukan pembuat kebijakan,” katanya. “Saya cuma seseorang yang tiba-tiba menyadari bahwa ada bahaya akan terjadi, yang sangat buruk.

“Saya berharap saya memiliki solusi yang bagus, seperti: ‘Berhenti saja membakar karbon, dan Anda akan baik-baik saja.’ Tapi saya tidak melihat solusi sederhana seperti itu,” pungkasnya. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Guardian, Fortune

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X