“Misalnya, saya yakin bahwa Departemen Pertahanan menganggap bahwa satu-satunya tangan yang aman untuk hal ini adalah Departemen Pertahanan AS –satu-satunya kelompok orang yang benar-benar menggunakan senjata nuklir."
Geoffrey menambahkan, sebagai seorang "sosialis" dia tidak setuju dengan kepemilikan pribadi atas media dan alat komputasi.
“Jika Anda melihat apa yang Google lakukan dalam konteks sistem kapitalis, Google bertanggung jawab seperti yang Anda harapkan," katanya.
Baca Juga: IBM Gantikan Karyawan dengan AI atau Kecerdasan Buatan
Tetapi itu tidak berarti Google mencoba memaksimalkan manfaatnya untuk semua orang. Secara hukum memang berkewajiban untuk memaksimalkan manfaatnya bagi pemegang sahamnya, dan itu hal yang sangat berbeda.
Meskipun begitu, Geoffrey kehilangan kata-kata ketika diminta memberikan nasihat konkret.
“Saya bukan pembuat kebijakan,” katanya. “Saya cuma seseorang yang tiba-tiba menyadari bahwa ada bahaya akan terjadi, yang sangat buruk.
“Saya berharap saya memiliki solusi yang bagus, seperti: ‘Berhenti saja membakar karbon, dan Anda akan baik-baik saja.’ Tapi saya tidak melihat solusi sederhana seperti itu,” pungkasnya. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Dirjen HAM Tanggapi Isu Karyawati Cikarang Harus Staycation untuk Perpanjang Kontrak
Pemprov DKI Bakal Non Aktifkan 200 Ribu KTP, Dukcapil Sebut Tak Berarti Warga Tak Punya Identitas
KTP DKI Dinonaktifkan Karena Kerja di Luar Jakarta? Ini Cara Mudah Urus Pindah Domisili
WHO Sebut Pandemi Covid-19 Sudah Bukan Darurat Global, Ini Tanggapan Kemenkes
Lagu Glorious Weird Genius Resmi Jadi Lagu Turnamen FIFA U-20 di Argentina
Siap-Siap, Jam Masuk Kantor di Jakarta akan Dibagi Jadi 2 Sesi