PejuangKantoran.com - James Fallon adalah ahli saraf serta profesor psikiatri dan perilaku manusia di Irvine School of Medicine, University of California. Selain itu, dia juga penulis The Psychopath Inside.
James sama sekali tidak menyangka kalau dirinya bisa disebut sebagai psikopat karena bentuk otaknya hampir sama dengan otak para psikopat terkenal di dunia.
Ia pertama kali mengetahui hal itu pada 2006 saat melakukan serangkaian studi ilmiah dan klinis tentang pembunuh dan pasien dengan psikopati dan skizofrenia.
Baca Juga: Terkuak, Tora Sudiro Tinggalkan Karier Impiannya Jadi Sound Engineer Gara-Gara Peristiwa Ini
Saat itu, ilmuwan yang sekarang berusia 75 tahun ini juga melakukan studi genetika pencitraan terpisah dari penyakit Alzheimer, yang kebetulan dirinya juga menjadi subjek kontrol.
Dalam penelitian tersebut, James sangat terkejut saat mengetahui bahwa ia memiliki pola pencitraan otak dan susunan genetik dari seorang psikopat yang hebat.
Bertanya ke orang-orang sekitar
Meskipun sudah mengetahui hal tersebut sejak 2006, baru pada 2010 James menganggap serius otak psikopat yang dimilikinya. Itu terjadi setelah dirinya melakukan ceramah publik di simposium Universitas Oslo tentang gangguan bipolar.
Lalu, setelah kembali ke rumahnya di California Selatan, laki-laki keturunan Italia-Amerika ini mulai bertanya kepada orang-orang yang dekat dengannya.
Ia bertanya mengenai apa yang sebenarnya dipikirkan orang-orang tersebut tentang dirinya dan apakah mereka percaya kalau ia seorang psikopat.
“Orang-orang yang mengenal saya dengan baik, termasuk keluarga, teman, dan psikiater yang memeriksa saya semua, kecuali ibu saya, akhirnya memberitahu apa yang mereka rasakan tentang perilaku psikopat saya,” ceritanya
Ketika diuji untuk psikopati, James secara konsisten dinilai sebagai psikopat "pro-sosial" dan hampir menjadi psikopat kategoris.
Sudah ada tanda-tanda awal
Menurut ilmuwan yang mengambil pelatihan pascadoktoral bidang neuroanatomi kimia di UC San Diego ini, sebenarnya sudah ada tanda-tanda awal kalau dirinya memiliki sifat psikopat.
Selama tahun-tahun itu, selalu ada dokter, pendeta, atau guru yang mengatakan kepadanya bahwa ada sesuatu yang sangat jahat tentang dirinya. Namun, ia tidak permah menganggapnya serius dan bahkan menertawakannya.