sosok

"Tanganku Berlumur Darah", Ucap Oppenheimer Usai Kembangkan Bom Atom Hiroshima-Nagasaki

Jumat, 21 Juli 2023 | 07:00 WIB
Fisikawan Oppenheimer, yang menyesali karyanya menemukan bom atom Hiroshima dan Nagasaki. (Twitter)

Ini adalah eksperimen Angkatan Darat Amerika Serikat yang bertujuan memanfaatkan energi atom untuk keperluan militer.

Pilihan Oppenheimer ini mengejutkan beberapa orang karena politik sayap kiri yang dianutnya, kurangnya pengalaman kepemimpinan, dan fakta bahwa dia tidak pernah memenangkan Hadiah Nobel.

Namun, Brigadir Jenderal Leslie R. Groves Jr., direktur Proyek Manhattan, merasa sosoknya memiliki ambisi yang berlebihan sehingga bisa membantunya dengan baik.

Oppenheimer lalu memimpin penyelesaian ilmiah Proyek Manhattan di Los Alamos, New Mexico, mulai 1942. Proyek tersebut berkembang dari beberapa ratus orang menjadi lebih dari 6.000 orang pada 1945.

Kebanyakan dari mereka adalah ilmuwan yang melarikan diri dari rezim fasis di Eropa, menurut American Prometheus.

Misi proyek ini adalah untuk mengeksplorasi proses fisika yang baru didokumentasikan, yang melibatkan uranium-235. Harapannya, mereka dapat membuat bom nuklir sebelum Adolf Hitler mengembangkannya.

Karya Oppenheimer dan rekan-rekan ilmuwannya mampu menyebabkan ledakan nuklir pertama di dunia di gurun Jornada del Muerto, New Mexico, bernama kode "Trinity" pada 16 Juli 1945.

Oppenheimer awalnya senang dengan bom atom karyanya ini. Namun, hal itu berubah hanya dalam waktu tiga minggu,

Hal itu terjadi setelah pengeboman Hiroshima dan Nagasaki, yang menurutnya tidak perlu dari perspektif militer.

Selama pertemuan di Gedung Putih dengan Harry S. Truman, Oppenheimer menyebut "tanganku berlumur darah". Pernyataan darinya ini menjadi sangat terkenal sampai sekarang.

Baca Juga: 7 Fakta tentang Bob Marley, yang Lagunya Dinyanyikan Cakra Khan di America’s Got Talent

Meskipun pengeboman Hiroshima dan Nagasaki secara efektif mengakhiri Perang Dunia II, kehancuran senjata mendorong Oppenheimer menentang pengembangan lebih lanjut.

Ia lalu mengundurkan diri dari jabatannya pada tahun yang sama. Namun, karyanya untuk Proyek Manhattan terlanjur membuatnya diberi julukan abadi sebagai "bapak bom atom".

Hidup Oppenheimer setelah bom atom

Oppenheimer lalu memilih kembali ke California Institute of Technology, tetapi menyadari bahwa ia sudah tidak tertarik lagi berada di sana.

Halaman:

Tags

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB