"Tanganku Berlumur Darah", Ucap Oppenheimer Usai Kembangkan Bom Atom Hiroshima-Nagasaki

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 21 Juli 2023 | 07:00 WIB
Fisikawan Oppenheimer, yang menyesali karyanya menemukan bom atom Hiroshima dan Nagasaki. (Twitter)
Fisikawan Oppenheimer, yang menyesali karyanya menemukan bom atom Hiroshima dan Nagasaki. (Twitter)

Akhirnya, ia menjadi ketua Komite Penasihat Umum Komisi Energi Atom (AEC).

Saat tes bom atom pertama Uni Soviet pada 1949, Amerika mendapatkan tekanan untuk mengembangkan bom hidrogen yang lebih kuat

Namun, Oppenheimer menentangnya karena alasan praktis dan etnis.

Penentangan Oppenheimer yang mengejutkan terhadap bom ini menimbulkan tuduhan bahwa ia adalah seorang pendukung Komunis.

Pada 1954, AEC mengadakan sidang keamanan tentang Oppenheimer, yang membuatnya diskors dari penelitian nuklir rahasia dan dicabut izin keamanannya.

Ini merupakan penghinaan pribadi dan profesional untuk Oppenheimer, yang secara efektif mengakhiri perannya dalam pemerintahan dan kebijakan yang dihasilkan.

Meski reputasinya sempat tercoret, tetapi pada 1963, Presiden John F. Kennedy mengumumkan Oppenheimer akan menerima Penghargaan Enrico Fermi. Hal ini secara tidak langsung memerbaiki nama baik sang ilmuwan.

Baca Juga: “Barbie” Rilis 19 Juli 2023 di Indonesia, Ini Semua Hal yang Perlu Kamu Tahu Tentang Film Ini

Meski sebelum penghargaan diberikan Presiden Kennedy terlanjur meninggal karena dibunuh, tetapi Presiden Lyndon B. Johnson tetap memberikannya kepada Oppenheimer pada 1963.

Hingga akhir hidupnya, Oppenheimer terus mendukung kendali internasional atas energi atom.

Sebagai perokok berat, Oppenheimer meninggal karena kanker tenggorokan pada 18 Februari 1967, di Princeton, New Jersey.

Pada Desember 2022, 55 tahun setelah kematian Oppenheimer, Menteri Energi Amerika Jennifer Granholm membatalkan keputusan pada 1954 yang mencabut izin keamanan nasionalnya. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Biography

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X