Permintaan terhadap mereka meroket di tahun 90-an dan. Linda bahkan pernah berkata, “"Kami tidak bangun (bekerja) dengan (bayaran) kurang dari $10.000 sehari.”
Mereka juga mengalami kehidupan mode selama era #MeToo dengan bekerja bersama fotografer Bruce Weber, Patrick Demarchelier dan Terry Richardson, yang dituduh melakukan perilaku seksual tidak pantas dengan model
Kepada Vogue, keempatnya mengatakan mereka menghindari eksploitasi seksual. Cindy, misalnya, ia mengaku melakukan cara sederhana untuk menghindarinya, yaitu tidak mau pergi ke pesta.
“Saya mungkin melewatkan beberapa peluang luar biasa, tetapi mungkin juga menghindari beberapa peluang yang kurang luar biasa,” katanya.
Naomi juga dengan terbuka berbicara tentang masalah rasial yang dialaminya di industri fashion.
“Mengapa saya melakukan pekerjaan yang sama dengan rekan kerja saya dan harus menghasilkan lebih sedikit uang? Mengapa saya dipesan untuk pertunjukan, tetapi tidak untuk iklan? Saya tidak mau menutup mulut,” tegasnya.
Baca Juga: Pejuangkantoran, Ini Jadwal Latihan Yoga Paling Pas ala Nana Mirdad
Ia berpendapat bahwa latar belakangnya membuatnya tidak bisa dieksploitasi secara seksual sebagai perempuan muda.
Naomi dengan berani berkata, “Saya berasal dari garis kuat perempuan kulit hitam, perempuan Jamaika. Jika ada sesuatu yang terasa salah, saya mengatakannya. Saya angkat bicara.”
Tetap menjual meski tidak lagi muda
Meskipun ada model terkenal lainnya sejak era mereka, termasuk Kate Moss dan Gisele Bundchen, tetapi keempat supermodel ini tetap menjadi sorotan dan terus menarik konsumen.
Pada 2017, Versace menyebabkan kegilaan online ketika Naomi, Cindy, Helena, Claudia, dan Carla Bruni muncul di acara catwalk.
“Tempatkan mereka dalam kampanye [iklan] dan mereka (pasti) menjual,” kata direktur artistik Fendi, Kim Jones, dalam artikel Vogue.
Sekarang, saat mereka berusia 50-an, keempat supermodel ini juga akan tampil dalam film dokumenter, The Super Models, di Apple TV pada September 2023.