PejuangKantoran.com - Mantan Vice President Gojek (2017-2020), Julius Emilio, resmi bergabung di Paper.id sebagai Chief Commercial Officer. Ia tergabung ke dalam jajaran C-level Paper.id bersama Yosia Sugialam (CEO), Jeremy Limman (CPO), dan Anthony Huang (CBO).
Julius memiliki pengalaman lebih dari 13 tahun di bidang pembayaran dan perbankan, dari ritel hingga korporat. Di perusahaan platform invoicing dan pembayaran antarbisnis ini, pria kelahiran 31 Juli ini akan berfokus memperkuat lini komersial.
Baca Juga: Metode 50/30/20, Trik Mengatur Keuangan Paling Mudah Dijalani
Keandalan Julius sebagai payment industries & start-up expert memang tak diragukan lagi. Salah satu pencapaian Julius di Gojek adalah menjadi bagian penting dalam kesuksesan Gopay sebagai salah satu inovasi instrumen pembayaran di Indonesia. Sebagai sales professional, ia dikenal sebagai leader yang hebat bagi timnya.
“Julius is a hard working, goal oriented kind of salesman. He knows whom he has to approach and how,” begitu kata salah satu pemberi rekomendasi di akun Linkedin-nya. “Not only does Julius work tirelessly to close a deal, he also coaches and raises his team to a higher level of execution,” dukung mantan mitra kerjanya yang lain.
Baca Juga: Jangan Sembarangan Posting Di Sosmed Karena Social Media Bisa jadi CV Kamu!
“Dengan pengalaman mumpuni di industri pembayaran dan start-up, saya yakin dapat memberikan kontribusi bagi para pelaku usaha melalui solusi yang Paper.id sediakan,” ujar Julius, yang sempat lama bergabung bersama Kartuku, optimis.
Nggak mengherankan, bergabungnya Julius di Paper.id disambut hangat oleh CEO & Co-Founder Paper.id, Yosia Sugialam.“Kehadiran Julius melengkapi Paper.id yang semakin solid dalam menyempurnakan sisi komersial dan go to market. Julius juga sudah ikut berperan besar dalam revolusi pembayaran B2C di Gopay dan dia akan merevolusi digital payment B2B di Indonesia bersama Paper.id,” tuturnya.
Menyebut dirinya sebagai “fintech enthusiast”, Julius menyatakan kesiapannya berkembang bersama Paper.id. Dia melihat bahwa tingkat digitalisasi pebisnis UMKM kian menunjukkan pertumbuhan yang positif. Pandemi telah memaksa para pebisnis untuk mendigitalisasikan seluruh proses bisnis mereka, seperti proses pencatatan, penagihan dan pembayaran.
Baca Juga: Ingin Jadi Banker? Ada Lowongan Manager di Bank Muamalat Nih!
Bagi pebisnis yang belum go digital, Paper.id berpeluang menjadi salah satu platform pembayaran dengan berbagai metode yang dapat menyederhanakan transaksi B2B yang selama ini ribet dan memakan waktu yang lama.
“Sebagai pionir perusahaan e-Invoicing terdepan, Paper.id dapat memberikan layanan digitalisasi bagi pelaku usaha yang selama ini belum terkena iterasi digital dalam hal solusi penagihan, pembayaran hingga akses pendanaan yang tepat di era serba digital ini,” tambahnya.
Dengan hadirnya Julius, Paper.id berharap bisa turut aktif mengembangkan ekosistem UMKM bersama para pemangku kebijakan seperti regulator, pemerintah dan juga pihak lainnya. Kemudian bersama-sama mempercepat penerapan digitalisasi dan membantu rencana pemerintah dalam mencetak 50 juta UMKM di tahun 2024 mendatang.