sosok

Marisol Nichols, Aktris yang Kini Menjadi Pemburu Predator Seksual

Rabu, 7 Desember 2022 | 07:00 WIB
Marisol Nichols, gigih memburu predator seksual. (Instagram @marisolnichols)

PejuangKantoran.com - Marisol Nichols dikenal lewat perannya sebagai Hermione Lodge di serial Riverdale. Namun di luar lokasi syuting, dia menjalani kehidupan yang sangat berbeda. Dia bukan lagi aktris, melainkan pemburu predator seksual.
Dalam majalah Marie Claire edisi Mei 2020 Marisol pernah mengatakan, ia bekerja sebagai agen rahasia yang bekerja untuk FBI untuk menangkap para pelaku perdagangan seks.

Marisol menggunakan kemampuan aktingnya untuk bertindak sebagai “umpan” bagi para predator. Terkadang ia memerankan orangtua yang “membuang” anaknya, dan terkadang memerankan sang anak itu sendiri.

Marisol mengaku, ia tertarik memelajari lika-liku perdagangan seks setelah memerani detektif di serial seperti Law & Order: SVU dan Cold Case.

Baca Juga: 5 Red Flag yang Menunjukkan Perilaku Bos yang Toxic (Kenali Sebelum Kamu Terjebak)

“(Film) Itu membuat saya sangat menghormati orang-orang (detektif) ini,” kata perempuan berusia 49 tahun ini. “Itu memicu minat saya pada dunia perdagangan, dan benar-benar berada di sisi lain dari perut masyarakat.”

Ia menyadari, perdagangan seks pada anak adalah topik yang berat untuk dibicarakan. Namun, isu perdagangan seks pada anak bisa memengaruhi setiap aspek di negaranya.

Pada 2021, National Center for Missing & Exploited Children (NCMEC) menerima lebih dari 17.200 laporan tentang kemungkinan perdagangan seks pada anak. Laporan itu datang dari setiap negara bagian AS dan dari setiap tipe komunitas termasuk pedesaan, perkotaan dan lahan adat.

“Ini subject yang muram. Dan orang belum tentu mau mendengarnya,” katanya saat menghadiri konferensi MAKERS tahun ini. “Tetapi kalau orang baik tidak mau mendengarnya, masalah itu tidak akan selesai.”

Pada tahun 2016, Marisol mendirikan yayasannya sendiri, Slavery Free World. Ia menggunakan circle selebritinya untuk membantu menaikkan kewaspadaan pada perdagangan seks pada anak. Dalam suatu event, ia bertemu Tim Ballard, mantan agen rahasia di Departemen Keamanan Dalam Negeri dan pendiri Operation Underground Railroad. Organisasi ini bertujuan menyelamatkan anak-anak dari perdagangan.

Baca Juga: Mitos Terbesar tentang Penggila Teknologi, Salah Satunya Kaku dan Penyendiri

Ballard menawarkan pemeran Nadia Yassir dalam serial 24 itu kesempatan unik untuk menggunakan bakat aktingnya dalam operasi tangkap tangan perdagangan anak.

“Dia bilang, ‘Kamu mau nggak, tugas penyamaran?’ Kujawab, ‘Boleh’. Begitulah, dia langsung menciptakan sebuah karakter buatku,” kata Marisol.

Sambil mengenakan topi baseball dan kamera tersembunyi, Marisol berbicara dengan aksen yang ia ciptakan sendiri. Ia menyusup ke sebuah lingkaran seks dan mendapatkan informasi penting yang dibutuhkan penyelidik untuk menghentikannya.

Operasi pertama itu mengantarnya pada berbagai operasi lain di mana Marisol selalu menggunakan karakter baru. “Aku akan mengubah suaraku menjadi anak perempuan umur 9 tahun, atau anak gadis 12 tahun. Aku juga menjadi sosok ibu-ibu yang mabuk,” serunya.

Sepanjang akhir pekan, yang ia lakukan hanya berbicara dengan para pedofil. “Itu gila banget. Tapi kami berhasil menangkap mereka, dan menempatkan mereka di balik jeruji besi.”

Halaman:

Tags

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB