Baca Juga: Apakah Membuat Cover Letter Wajib Saat Melamar Pekerjaan?
Marisol mengatakan, lebih dari 500.000 predator online setiap hari. Para pedofil ini seringkali menyasar anak-anak yang mem-posting kemarahan tentang orangtua mereka di game-game atau di aplikasi. Hal pertama yang mereka coba lakukan adalah memindahkan anak ke chatroom terpisah, seperti Discord atau Snapchat.
Menurut catatan Slavery Free World, game yang disukai para predator untuk mencari korbannya adalah Fortnite, Minecraft, dan Roblox. Untuk mencari korban, predator biasa menciptakan profil palsu agar anak-anak mengira mereka seumuran.
Begitu koneksi terbangun, pelaku akan chat dengan anak selama tiga sampai empat bulan. “Mereka ini sabar, tahu bagaimana berbicara seperti anak-anak. Misalnya, salah eja, pakai slang, semua lah,” katanya.
Kalau kamu orangtua yang khawatir tentang orang baru yang dikenal anak secara online, Marisol menyarankan untuk meminta video orang tersebut. Kita bisa saja mengirim foto palsu, tapi tidak begitu dengan video. Itu bisa menjadi satu cara untuk memerangkap pelaku.
Artikel Terkait
Ini Dokumen yang Dibutuhkan untuk Melamar ke BUMN. Simak Juga Cara Mengunggahnya!
Mau Penghasilan Tambahan? Yuk, Buka Kelas Pelatihan Sesuai Keahlian Kamu!
Tanda-tanda Inflasi Gaya Hidup: Katanya Mau Resesi tapi Masih Suka Belanja-belanja
Jangan Suka Oversharing di Tempat Kerja, Dampaknya Bisa Merugikan buat Kamu!
Lowongan Konsultan Health Financing Data Management Specialist di John Snow, Inc.