PejuangKantoran.com - Berperan sebagai Roy di film Balada Si Roy merupakan salah satu momen penting dalam perjalanan karier Abidzar Al-Ghifari sebagai aktor. Ada beberapa persamaan antara Abidzar Al-Ghifari dan tokoh Roy ini.
Memerankan sosok Roy yang begitu fenomenal sejak muncul sebagai serial di Majalah Hai pada tahun 1980-an (dan kemudian dibuat novelnya oleh sang penulis, Gol A Gong) cukup memberinya beban. Ada beberapa persamaan antara Abidzar Al-Ghifari dan tokoh Roy, sehingga Abidzar mengaku banyak belajar banyak dari tokoh yang diperankannya itu.
Baca Juga: Cara Abidzar Al-Ghifari Menciptakan Chemistry dengan Pemain Lain di Film Balada Si Roy
“Karena karakter Roy itu ngasih gue banyak pelajaran. Pertama, harus sayang banget sama ibu. Itu bakal selalu gue tanam dalam hati. Gue berterima kasih sama Roy dan mas Gol A Gong karena telah menciptakan karakter itu,” terang anak kedua pasangan (alm) Jefri Al Buchori dan Pipik Dian Irawati ini.
Bahkan saat persiapan sebelum syuting, hubungannya dengan sang ibu semakin dekat karena ia banyak berkonsultasi tentang karakter Roy yang hidup di era ‘80-an. Baginya, mengorek cerita lama ibunya seperti sebuah nostalgia.
“Gue tanya sama umi, seperti apa gaya pacarannya waktu itu. Waktu itu umi bercerita, ‘Iya kalau kita pulang sekolah, kita nongkrong di sini, cara nongkrongnya begini’. Semua yang menurut gue sangat berbeda karena era teknologi belum seperti sekarang. PDKT-nya bener-bener intens,” katanya.
Baca Juga: Kiat Ajil Ditto Fasih Berbahasa Sunda dan Berdoa Bahasa Arab di Film Hidayah
Dalam film Balada Si Roy, Roy digambarkan sebagai anak muda yang sedang mencari jati diri. Setelah ayahnya meninggal, Roy tinggal berdua saja bersama sang ibu. Karena alasan ekonomi, mereka terpaksa pindah dari Bandung ke Serang.
Setelah pindah ke Serang, Roy memasuki sekolah baru dan bertemu Andi (Jourdy Pranata) dan Toni (Omara Esteghlal), yang kemudian menjadi sahabat-sahabatnya. Roy juga berteman dengan Ani (Febby Rastanty), gadis yang membuatnya jatuh hati.
Ada persamaan antara Abidzar Al-Ghifari dan tokoh Roy dalam hal kedekatan dengan ibundanya. Kedekatan Roy dan ibunya diperlihatkan dengan cara Roy membantu usaha ibunya sebagai penjahit.
Sedangkan sebagai tanda baktinya pada sang ibu, Abidzar sudah menjalani dunia akting sejak remaja untuk membantu mencari nafkah bagi keluarganya. "Ya, gue sudah syuting sana-sini dari kecil,” jelas pria kelahiran 13 April 2001 ini.
Baca Juga: Masih Kagok Urus Baby, Ini Cara Adipati Dolken Mendukung Sang Istri
Seperti Roy, Abidzar juga sudah ditinggalkan oleh sang ayah untuk selamanya. Setelah sejak kecil menjadi sorotan sebagai anak ustaz terkenal, bagi Abidzar rasanya sekarang sudah biasa saja. Tanda bahwa ia sudah semakin dewasa dan menerima jalan hidupnya.
"Gue sudah merasakannya sejak gue berusia 12 tahun, sehingga apapun pergunjingannya tidak jadi masalah. Orang tahunya gue anaknya Ustaz Jefri. Yang perlu gw tekankan adalah gue Abidzar, bukan pengganti Ustaz Uje. Gue adalah gue. Bokap gue adalah bokap gue. Tidak tergantikan," tukasnya.
Belum lagi jika membandingkan gaya Abidzar dan Roy yang digambarkan urakan dalam novelnya, gemar bertualang dan naik motor. Tidak heran Abidzar Al-Ghifari dipercaya memainkan peran ini oleh Fajar Nugros, sutradara Balada Si Roy.