sosok

Batal Memerankan Roy, Bio One Merasa Kesepian Saat Syuting Film Balada Si Roy. Ada Apa, Sih?

Jumat, 13 Januari 2023 | 08:28 WIB
Bio One mengaku kesepian saat syuting Balada Si Roy. (Instagram @biovoyej)

PejuangKantoran.com - Siapa sangka, tokoh Roy dalam film Balada Si Roy awalnya ternyata ditawarkan oleh sutradara Fajar Nugros untuk Bio One. Peran tersebut akhirnya diberikan pada Abidzar Al-Ghifari, sedangkan Bio One memerani Dullah.

Dullah tak lain tokoh antagonis yang kerap menekan dan mengintimidasi Roy. Walaupun harus berganti peran, Bio One tetap menunjukkan minatnya untuk terlibat dalam film yang diangkat dari novel karya Gol A Gong itu.

“Kasihan Roy kalau tidak ada rivalnya. Jadi, ya saya ikut syuting,” seloroh aktor nyentrik bernama lengkap Juan Bio One Idal Haris Subiantoro Tanevi Proboatmojo Tan ini.

Baca Juga: Luar Biasa, Persamaan Antara Abidzar Al-Ghifari dan Tokoh Roy dalam Balada Si Roy!

Bio One menilai film Balada Si Roy ini memiliki daya tarik tersendiri sehingga peran apa pun yang dimainkan tidak menjadi masalah.

“Karena Balada Si Roy bukan cerita anak SMA biasa. Genre-nya berbeda, tentang semangat dan idealis yang diperjuangkan Roy. Dan, seperti yang Abidzar telah jelaskan, saya merasa (tokoh-tokoh) ini seperti sudah berjodoh,” terangnya.

Yang dia maksud adalah Abidzar sebagai Roy, Febby Rastanty sebagai Ani, dan dirinya sebagai Dullah. Mereka bertiga menurutnya memberikan enerji yang baik untuk menciptakan penampilan yang baik secara bersama-sama.

Walaupun Dullah bukan peran utama, Bio One yang dikenal dengan ekspresinya yang terlihat bengis di banyak adegan film ini, menunjukkan totalitasnya dalam berakting.

Baca Juga: Cara Abidzar Al-Ghifari Menciptakan Chemistry dengan Pemain Lain di Film Balada Si Roy

Selain tampil dengan rambut kelimis, Bio One mencoba untuk memisahkan diri dari lawan main untuk bisa mengekspresikan kebenciannya pada Roy. Ia ingin menciptakan rasa kesepian yang menurutnya esensi dari tokoh Dullah dari geng Borsalino.

“(Memisahkan diri itu) Lebih ke bagaimana meng-handle rasa kesepiannya. Karena sebagai Dullah, ia benar-benar tidak punya siapa-siapa. Dia tidak punya teman atau apapun,” ujar cowok kelahiran Palu, Sulawesi Tengah, 1 Januari 1998 ini.

Dullah merasa semua hal di dunia ini bisa dibeli dengan uang. Itu yang harus dipelajari oleh Bio One, bahwa tidak semua hal bisa diselesaikan dengan uang. Karena itu ia harus membuat jarak dengan rekan pemain lain, dan merasakan kesendirian dengan mengandalkan uang yang dimiliki saja.

“Sedangkan pada dasarnya kita kan manusia yang mahluk sosial. Konflik batin seperti itu yang harus bisa dijaga untuk membangun karakter Dullah. Buat saya lumayan cukup struggle sih!” kilah Bio One.

Baca Juga: Kiat Ajil Ditto Fasih Berbahasa Sunda dan Berdoa Bahasa Arab di Film Hidayah

Sepertinya sih, upaya Bio One dalam menghidupkan tokoh yang dia perankan cukup memuaskan. Seperti juga totalitasnya dalam berakting yang sebelumnya kerap mengundang pujian dari pemerhati film dan diperhitungkan dalam berbagai festival film.

Halaman:

Tags

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB