PejuangKantoran.com - Verily, perusahaan yang berfokus pada kesehatan yang berada di bawah perusahaan induk Google, Alphabet, memberhentikan staf dan mengumumkan reorganisasi besar-besaran.
Menurut CEO Stephen Gillett melalui email-nya yang di-posting di blog Verily, sekitar 15 persen dari berbagai pekerjaan di Verily telah dipotong. Artinya, lebih dari 200 karyawan dari 1.600 unit karyawan yang di-PHK, menurut The Wall Street Journal.
Alphabet kabarnya menerapkan sistem manajemen kinerja baru yang akan membantu pemimpin tim dan manajer untuk mendapatkan informasi tentang karyawan yang berkinerja buruk.
Baca Juga: Gelombang PHK Massal, Google PHK Karyawan
Sejak akhir tahun lalu sudah beredar rumor yang mengatakan bahwa karyawan yang berkinerja buruk ini -yang jumlahnya bisa mencapai 10.000- bisa dipecat dari perusahaan.
Sebagai bagian dari perubahan yang terjadi di Verily, perusahaan akan menghentikan pengembangan pada divisi Verily Value Suite dan beberapa produk tahap awal. Mereka akan beralih ke organisasi produk dengan "solusi perawatan kesehatan yang semakin terhubung".
Gillett juga merinci tim kepemimpinan baru, dan menyampaikan bahwa perusahaan berencana untuk mempekerjakan Chief Scientific Officer dan terus mencari CFO (Chief Financial Officer) yang baru.
Pengurangan karyawan tersebut merupakan yang pertama untuk perusahaan milik Alphabet di tengah badai PHK di perusahaan teknologi baru-baru ini, begitu laporan The Wall Street Journal.
Baca Juga: Suka Main Game? Ini Game Terbaik Google Play Sepanjang 2022
Meta dan Amazon telah mengumumkan PHK besar-besaran, dan perusahaan termasuk Twitter, Intel, Salesforce, Vimeo, DoorDash, dan lainnya, telah mengumumkan PHK di perusahaan mereka. Belum jelas apakah Alphabet merencanakan pengurangan lebih lanjut.
Gillett mengumumkan PHK Verily lebih dari seminggu setelah masa jabatannya sebagai CEO Verily. Sebelumnya, Gillett adalah COO dan presiden Verily, namun ia secara resmi mengambil alih jabatan CEO dari Andy Conrad pada 3 Januari.
Verily, yang dulu bernama Google Life Sciences, mengambil langkah reorganisasi ini untuk mendapatkan kemandirian finansial lebih lanjut dari Alphabet, yang memimpin pembiayaan pada bulan September.
Misi perusahaan ini adalah menyatukan teknologi dan ilmu kehidupan untuk mengungkap kebenaran baru tentang kesehatan dan penyakit. Perusahaan ini membuat produk perawatan kesehatan yang digerakkan oleh data dan disesuaikan secara individual untuk konsumen.
"Kami tidak dapat melakukan segalanya dan harus membuat beberapa pilihan sulit," tulis Gillett dalam email-nya.
Artikel Terkait
Perppu Cipta Kerja Muncul Mendadak Lantaran Perang Ukraina-Rusia, Pengamat: Tak Ada Hubungannya
Apa yang Menjadi Kekuatan Paspor Jepang Sehingga Menjadi Paspor Terkuat di Dunia 2023?
Selain Paspor Terkuat di Dunia, Ini Paspor Terlemah di Dunia 2023 (Indonesia Tidak Termasuk, Kok!)
Paspor Terkuat di Dunia 2023: Negara Pemegang Paspor dengan Akses Bebas Visa Terbanyak
Harga Emas Hari Ini Masih Stabil di Angka Rp1 Juta-an