PejuangKantoran.com - Sejak mengawali karier aktingnya pada tahun 2008, Laura Basuki terbilang cukup selektif dalam memilih film yang akan ia perankan.
Namun, begitu menerima tawaran film, totalitas aktingnya selalu mengantarkan dirinya pada nominee di berbagai festival film.
Beberapa di antara nominasi tersebut bahkan membuat Laura Basuki terpilih sebagai pemenang. Salah satunya film 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta, di mana ia beradu akting dengan Reza Rahadian.
Baca Juga: Takut Kewalahan, Reza Rahadian Butuh Energi yang Besar untuk Bermain di Film Berbalas Kejam
Secara bersamaan, Laura Basuki dan Reza Rahadian juga keluar sebagai pemenang di Festival Film Indonesia 2010.
Setelah berakting di Cek Toko Sebelah 2, ia memilih berakting di film Berbalas Kejam, di mana ia kembali bertemu Reza sebagai lawan mainnya.
Selain reuni dengan Reza Rahadian, Laura mengungkapkan alasan lain kenapa ia mau bermain di film garapan sutradara Teddy Soeriaatmadja itu.
“Mas Teddy itu termasuk wish list sutradara yang aku ingin kerja bareng. Sempat bekerja sama beberapa kali di iklan, tapi akhirnya berjodoh di film Berbalas Kejam ini,” terang aktris kelahiran Berlin, Jerman, January 9, 1988, itu.
Ia juga sudah lama tidak bermain dalam film yang sama dengan Reza Rahadian, sehingga ia sudah bisa membayangkan syutingnya akan menyenangkan. Pertama karena diarahkan oleh Teddy Soeriaatmadja, dan kedua, bermain bersama Reza yang juga sahabatnya.
Baca Juga: Keasyikan Jadi Youtuber, Baim Wong Ajukan Syarat Ketika Diajak Main Film di Berbalas Kejam
Laura menambahkan, ia lega akhirnya bisa bekerjasama dengan Baim Wong karena sudah beberapa kali hampir bekerja bareng, tetapi selalu batal.
“Ternyata, jodohnya di film ini,” ujar pemenang kategori Best Supporting Performance dari Berlin International Film Festival untuk film Before, Now & Then (2022) ini.
Dalam memilih proyek film, Laura memang mempunyai kriteria tersendiri. Penting baginya untuk terus tertarik saat membaca naskah sejak pertama kali disodorkan kepadanya.
“Kalau aku baca skrip lanjut sampai selesai, tanpa menaruhnya, itu berarti aku suka dengan naskah dan perannya. Tapi, kalau baru dua halaman aku sudah pengen naruh lagi, berarti aku nggak klik dengan ceritanya,” jelasnya.
Laura memang langsung excited saat pertama kali mendapat naskah Berbalas Kejam. Skenario dibacanya hingga akhir, dan bahkan ia sudah bisa membayangkan bagaimana karakter Amanda yang berprofesi sebagai psikolog.