“Wah, karakter ini bakal enak banget dimaininnya. Walau di awal, karakter Amanda ini sama sekali tidak emosional, tidak fluktuatif. Tapi, justru itu tantangannya. Bagaimana aku men-deliver kalimat-kalimat dialog agar bisa sampai di karakternya Adam,” tutur Laura.
Baca Juga: Caitlin North Lewis Dipaksa Jatuh Cinta dengan Shenina Cinnamon Sebelum Syuting Dear David
Aktris berdarah Jawa, Tionghoa, dan Vietnam ini juga bersyukur saat mencoba mendalami karakter yang diperankan. Sebab, ia bisa langsung berkonsultasi dengan Teddy yang semasa kuliah mengambil jurusan psikologi (human behaviour).
“Aku banyak tahu detail bagaimana psikolog meng-interview orang dan perasaan-perasaannya dengan banyak ngobrol bersama mas Teddy. Skenarionya juga sudah rapi,” paparnya.
Dengan demikian ia tinggal mengikuti alurnya, kemudian banyak membaca dan menonton video psikolog yang meng-interview para pasiennya. Selebihnya adalah proses penciptaan sendiri yang disebutnya memory artificial. (Syanne Susita)
Artikel Terkait
Tren Karier Di Digital Marketing Melonjak Pesat Sejak Emily di Paris Season 3 Tayang di Netflix
Pisang Goreng dari Indonesia Jadi Gorengan Terbaik di Dunia
7 Kesalahan yang Sering Dilakukan Penumpang Saat Menggunakan Toilet Pesawat
Usaha Jastip Akan Dikenakan Pajak dan Bea Masuk. Cek Batasan Barang yang Bebas Bea Masuk!
Masih Banyak Orang Hilang, Berapa Lama Korban Selamat Di Balik Reruntuhan Gempa Turki Bisa Bertahan?
Faktor X yang Menyelamatkan Korban yang Terperangkap Puing-puing Bangunan di Lokasi Gempa Turki