“Wah, karakter ini bakal enak banget dimaininnya. Walau di awal, karakter Amanda ini sama sekali tidak emosional, tidak fluktuatif. Tapi, justru itu tantangannya. Bagaimana aku men-deliver kalimat-kalimat dialog agar bisa sampai di karakternya Adam,” tutur Laura.
Baca Juga: Caitlin North Lewis Dipaksa Jatuh Cinta dengan Shenina Cinnamon Sebelum Syuting Dear David
Aktris berdarah Jawa, Tionghoa, dan Vietnam ini juga bersyukur saat mencoba mendalami karakter yang diperankan. Sebab, ia bisa langsung berkonsultasi dengan Teddy yang semasa kuliah mengambil jurusan psikologi (human behaviour).
“Aku banyak tahu detail bagaimana psikolog meng-interview orang dan perasaan-perasaannya dengan banyak ngobrol bersama mas Teddy. Skenarionya juga sudah rapi,” paparnya.
Dengan demikian ia tinggal mengikuti alurnya, kemudian banyak membaca dan menonton video psikolog yang meng-interview para pasiennya. Selebihnya adalah proses penciptaan sendiri yang disebutnya memory artificial. (Syanne Susita)