PejuangKantoran.com - Lagi susah tidur, atau belakangan tidurmu lagi nggak nyenyak? Hati-hati ya, jangan dibiarkan.
Sebab jika berlangsung cukup lama, kurang tidur bisa meningkatkan risiko penyakit seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe 2.
Pakar kesehatan biasanya akan menyarankan kita untuk membiasakan tidur pada jam yang sama, mengurangi kafein, atau tidak gadget-an lagi setidaknya 30 menit sebelum tidur.
Baca Juga: Musim Kemarau Panjang, Anda Mau Beli Air Purifier, Pertimbangkan 4 Hal Ini
Namun, memperhatikan apa yang kamu konsumsi sebelumnya juga penting untuk menjaga supaya kamu tidak susah tidur. Salah satunya, mengonsumsi karbohidrat yang tepat.
Karbohidrat bikin tidur lebih nyenyak
“Karbohidrat bisa menjadi makanan yang membantu tidur atau bisa berdampak negatif pada kualitas tidur, tergantung apakah itu karbohidrat kompleks atau sederhana, dan apa yang kita kombinasikan dengannya,” kata Karman Meyer, RD, LD, ahli diet terdaftar dan penulis Eat To Sleep: What To Eat & When To Eat It for a Good Night's Sleep.
Menurut Meyer, ada nutrisi yang bermanfaat untuk tidur yang ditemukan dalam makanan berkarbohidrat, seperti vitamin B6 dan serat.
“Dan sering kali karbohidrat kompleks mengandung lebih banyak nutrisi ini dibandingkan dengan makanan olahannya (yaitu, roti gandum vs. roti putih),” kata Meyer.
Jenis karbohidrat yang dipilih Meyer agar kita mudah tidur adalah nasi. Gampang banget, kan? Padahal nasi selama ini dituduh sebagai karbohidrat yang “buruk”. Namun sebagai karbohidrat yang buruk, ini manfaat nasi untuk kualitas tidur:
Mengandung melatonin
Melatonin adalah hormon tidur yang membantu mengatur jam internal tubuh. Kita ternyata bisa meningkatkan kadar melatonin dengan mengonsumsi nasi.
Baca Juga: Sejarawan Makanan Menegaskan Beda Pasta dan Mi, dari Bahan sampai Pancinya
Julie Pace, RDN, ahli gizi dan pemilik Core Nutrition Health & Wellness, menjelaskan bahwa nasi merupakan karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi yang bisa membantu produksi melatonin lebih baik.
Indeks glikemik mengacu pada seberapa cepat tubuh kita menyerap gula dalam suatu makanan. Nah, makanan dengan indeks glikemik tinggi dipecah lebih cepat daripada makanan dengan indeks glikemik rendah.
Artikel Terkait
4 Rekomendasi Buku Tentang Sumpah Pemuda Buat Bahan Bacaan Seru Kamu
Fakta Menarik tentang Patung Lilin Madame Tussauds, Orang Jelek Patungnya Lebih Mirip?
Hati-hati dengan Trik 'Cangkir Kopi' Ketika Menghadapi Wawancara Kerja ala Startup Ini
Gen Z Belum Cocok di Bisnis Perdagangan Berjangka, Tetap Tak Boleh Rakus dalam Berinvestasi
Festival Jajanan Bango 2023 atau FJB 2023 di Jakarta, Berani Nikmati 150 Kuliner Khas Nusantara
43 Persen Karyawan Selingkuh di Kantor, Tebak Pria atau Wanita yang Lebih Sering Selingkuh!