Kemudian, 71% menyatakan bahwa mereka akan lebih produktif di tempat kerja jika perusahaan meningkatkan layanan kesehatan dan kesejahteraan mereka.
Pada mereka yang sedang mengalami siklus menstruasi, 40% responden perempuan mengatakan bahwa mereka akan berhenti dari pekerjaannya demi pekerjaan yang lebih mendukung siklus menstruasinya.
Tidak mengejutkan sih, sebenarnya, mengingat satu juta orang yang mengalami menopause di Inggris berhenti dari pekerjaan mereka karena gejala-gejala yang melemahkan proses menopause tersebut.
“Hormon mengatur setiap proses dalam tubuh, termasuk stres dan produktivitas,” Wesleigh Roeca, direktur pengembangan bisnis di Lifesum.
Itu berarti perusahaan berisiko kehilangan karyawan terbaiknya jika mereka tidak memberikan dukungan Ketika karyawan menurun kondisinya akibat nyeri haid. Contohnya, memberikan perencanaan kesuburan dan kesehatan hormonal.
Artikel Terkait
Survei: Meeting Lebih dari 2 Jam Tiap Hari Bisa Pengaruhi Produktivitas Kerja
Mengenal Profesi Web Developer: Mulai dari Tanggung Jawab, Gaji, hingga Prospek Kerjanya
Lowongan Kerja Creative Director di PT Waktu Cipta Dimensi, Gaji Rp50 Juta – Rp60 Juta
Phone Screen Interview Mulai Dipraktikkan sebagai Proses Awal Seleksi Kerja, Ini Cara Menyiapkannya!
Jangan Bingung Kalau Naik MRT, Nama Stasiun MRT Senayan Sudah Berubah Nama!
Tips Melakukan Phone Screen Interview, dan Apa Saja yang Kamu Harus Tanyakan pada Rekruter
Aktor Parasite Lee Sun-kyun Meninggal Dunia, Diduga Bunuh Diri Setelah Tinggalkan Catatan Kecil