Dapat Menu Vegetarian di Olimpiade Paris 2024, Para Atlet Kontan Minta Daging dan Porsi Besar

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 1 Agustus 2024 | 21:33 WIB
Ilustrasi: Olimpiade Paris 2024 mengusung tema menu ramah lingkungan, namun menu ini rupanya kurang cocok untuk sebagian besar atlet. (Bing AI/PejuangKantoran.com)
Ilustrasi: Olimpiade Paris 2024 mengusung tema menu ramah lingkungan, namun menu ini rupanya kurang cocok untuk sebagian besar atlet. (Bing AI/PejuangKantoran.com)

PejuangKantoran.com - Penyelenggara Olimpiade Paris 2024 punya niat mulia untuk memangkas jejak karbon dari menu ramah lingkungan yang disediakan bagi para atlet yang bertanding.

Presiden Olimpiade Tony Estanguet menekankan bagaimana olimpiade tahun ini bertujuan untuk mengurangi emisi karbon rata-rata per makanan hingga setengahnya dibandingkan dengan olimpiade sebelumnya, dengan menawarkan lebih banyak makanan vegetarian.

Menu ramah lingkungan ini tentunya juga diupayakan agar sehat dan lezat. Intinya, panitia berjanji untuk tidak mengecewakan pengunjung negara yang terkenal dengan gastronominya itu.

Baca Juga: 7 Alasan Pewawancara Bertanya Apakah Kamu Bersedia Bekerja Lembur? Saat Wawancara Kerja

Mereka bahkan menggandeng beberapa koki berbintang Michelin sebagai penasihat untuk bekerja sama dengan kontraktor makanannya, perusahaan multinasional Prancis Sodexo.

Namun saat uji coba menu di restoran di Perkampungan Olimpiade, yang terletak di lahan seluas 51 hektar di pinggiran kota kumuh di utara Paris, Juni lalu, panitia menemui masalah besar: para atlet ternyata lebih suka makan daging.

Beberapa hari pertama di desa tersebut, terlihat lebih banyak permintaan akan daging, telur, dengan porsi yang lebih besar karena para atlet ingin mengisi ulang tenaga mereka setelah kompetisi atau latihan fisik yang melelahkan.

"Satu-satunya masalah adalah kekurangan makanan," kata perenang Julio Horrego dari Honduras kepada AFP, Senin (29/7/2024), ketika ditanya tentang kehidupan di desa tersebut.

Horrego, yang mengaku mengonsumsi makanan hingga 5.000 kalori per hari, mengatakan bahwa ia datang untuk sarapan pada pukul 10.30 pagi pada hari Minggu. Sayangnya, Horrego sudah nggak kebagian telur.

"Kalau kamu datang agak terlambat, telurnya nggak bakal cukup," katanya di pintu masuk Perkampungan Olimpiade, yang bisa menampung 10.500 atlet di sekitar 40 menara bertingkat rendah itu.

Baca Juga: Pertanyaan Jebakan saat Wawancara Kerja: “Apakah Kamu Bersedia Bekerja Lembur?”

Pendayung asal Rumania, Iulian Chelaru, memberikan jawaban yang lebih spesifik ketika ditanya apakah ada yang kurang dari menu tersebut, yaitu daging.

"Waktu itu kami kekurangan daging, tetapi sekarang sudah teratasi," tambah Chelaru.

Panitia sudah berbenah

Panitia rupanya banyak belajar dari uji coba menu pada bulan Juni tersebut, sehingga saat ini sebagian masalah sudah diatasi. Sodexo mengatakan kepada AFP Rabu (31/7/2024) lalu bahwa mereka telah menyesuaikan menunya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Malay Mail

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X