Pejuangkantoran.com - Tak semua orang suka belajar atau melakukan kegiatan yang bermakna. Kebanyakan lebih memilih kegiatan yang hanya bertujuan untuk senang-senang.
Menurut studi baru, "High Self-Control Individuals Prefer Meaning Than Pleasure," yang diterbitkan Social Psychological and Personality Science, semuanya bersumber dari kontrol diri.
Para peneliti menemukan bahwa orang dengan kontrol diri tinggi cenderung lebih suka terlibat dalam kegiatan yang bermakna daripada yang hanya menyenangkan.
Sebaliknya, orang yang memilih menikmati kesenangan sesaat, cenderung mencari pengalaman yang menyenangkan hanya pada saat itu juga.
Manfaat memiliki kontrol diri
Menurut para peneliti, pengendalian diri akan membantu orang menahan godaan, menghindari gangguan, dan tetap berpegang teguh pada rencana.
Mulai dari menabung, melakukan diet, atau mempertahankan rutinitas belajar, orang dengan pengendalian diri tinggi cenderung berhasil melakukannya.
Baca Juga: Inilah Pentingnya Menerapkan Kecerdasan Emosional atau EQ dalam Kepemimpinan Supaya Efektif
Sebelumnya, para peneliti mengira bahwa keberhasilan tersebut berasal dari kemampuan untuk menekan impuls atau menoleransi ketidaknyamanan.
Namun, studi baru memberikan penjelasan yang berbeda, yaitu orang-orang dengan kontrol diri tinggi ternyata memang lebih bisa menikmati berbagai jenis pengalaman berbeda, yang sesuai dengan tujuannya.
Penulis studi Katharina Bernecker, yang juga asisten peneliti di Zurich University dan profesor Bern University of Teacher Education, ingin lebih memahami apakah perbedaan ini merupakan pilihan atau motivasi diri sendiri atau lebih berkaitan dengan faktor eksternal.
Aktivitas sama, perasaan berbeda
Temuan dari penelitian yang dilakukan adalah bahwa orang dengan kontrol diri lebih tinggi menilai aktivitas yang dilakukannya lebih bermakna. Terlepas dari aktivitas apa pun yang dipilih, baik itu berkebun, membaca, atau bekerja.
Di sisi lain, orang yang suka bersenang-senang juga mengalami kesenangan yang lebih besar dari kegiatannya, sekali lagi terlepas dari apa pun kegiatan itu.
Artikel Terkait
Contoh Jawaban dari Pertanyaan Emotional Quotient yang Biasa Diajukan saat Wawancara Kerja
Sifat yang Paling Disukai CEO untuk Jadi Karyawan Terbaik di Kantor, Tak Perlu Jadi Penjilat!
7 Kebiasaan Pria yang Selalu Melangkah Maju dan Memegang Kendali atas Hidupnya Sendiri
Terbiasa Makan Sendirian Di Restoran Tanpa Canggung Menunjukkan Kamu Punya Sifat-sifat Ini
Emotional Intelligence atau Emotional Quotient Sangat Penting di Tempat Kerja. Berikut Alasan-alasannya
Sia-sia! Dalam Survei Kepuasan Karyawan, 47% Karyawan Ternyata Cenderung Tidak Jujur