Bukan Cuma Lansia, Anak Muda Juga Rentan Osteoporosis, Ini Cara Mencegahnya!

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Kamis, 29 Mei 2025 | 17:20 WIB
Ilustrasi olahraga. ((Pixabay))
Ilustrasi olahraga. ((Pixabay))

PejuangKantoran.com - Gaya hidup sehat dan aktif kini menjadi bagian penting dari keseharian banyak orang, tak lagi terbatas pada usia muda saja. Dari remaja hingga lansia, semakin banyak masyarakat Indonesia yang sadar pentingnya menjaga tubuh tetap bugar melalui pola makan seimbang dan rutinitas olahraga.

Namun, di balik tren positif ini, masih ada tantangan besar yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah kesehatan tulang dan otot, yang sering kali luput dari perhatian.

Masalah ini tidak hanya mengancam orang dewasa, terdapat pula tipe Osteoporosis Juvenil yang dapat menyerang anak dan remaja usia 8 hingga 14 tahun, masa krusial pembentukan tulang.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Remeh yang Bisa Membuat Orang Hebat pun Kehilangan Rasa Hormat dari Rekan Kerjanya

Osteoporosis: Risiko Nyata di Segala Usia

Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 10,3% penduduk mengalami osteoporosis, dan dua dari lima orang berisiko mengidapnya.

Penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa atau lansia, tetapi juga bisa dialami oleh anak-anak dan remaja dalam bentuk Osteoporosis Juvenil, yang terjadi pada usia 8 hingga 14 tahun—masa kritis pertumbuhan tulang.

Sayangnya, sebagian besar massa tulang (sekitar 90%) sudah terbentuk hingga usia 20 tahun. Jika di masa tersebut tulang tidak dijaga dengan nutrisi dan aktivitas fisik yang cukup, maka di usia lanjut risiko patah tulang dan gangguan mobilitas akan meningkat tajam.

Menurut dr. Laurencia Ardi, MGizi, AIFO-K, menjaga kekuatan tulang dan otot bisa dimulai dari langkah sederhana, seperti memastikan asupan harian mencukupi kebutuhan protein, kalsium, dan vitamin D—tiga nutrisi penting yang berperan besar dalam mempertahankan kepadatan tulang dan kekuatan otot.

Baca Juga: Uang Lembur untuk ASN dan Non-ASN di 2026 Sudah Ditetapkan Sri Mulyani, Berapa Besarannya?

"Menjaga kesehatan tulang dan otot bukan hanya penting bagi orang dewasa, tapi juga generasi muda yang ingin tetap produktif dalam aktivitas harian.

"Nutrisi seperti protein, kalsium dan vitamin D berperan besar dalam menjaga kepadatan tulang dan kekuatan otot, yang pada akhirnya menunjang kemandirian fisik kita.

"Hal ini bisa dimulai dari langkah sederhana, salah satunya memilih nutrisi yang tepat jenis dan jumlahnya setiap hari,” ujar dr. Laurencia Ardi, MGizi, AIFO-K, Health Communicator Kalbe Nutritionals.

Beberapa langkah mudah yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan tulang antara lain:

  • Konsumsi makanan kaya kalsium, seperti susu, keju, yoghurt, ikan teri, dan sayuran hijau.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X