PejuangKantoran.com - Zaman sekarang, tren olahraga terus bermunculan. Dari CrossFit atau bootcamp, padel, hingga Hyrox. Meski begitu, aktivitas yang lebih santai dan minim risiko cedera, seperti jalan kaki, masih jadi pilihan.
Meski kesannya kurang menantang, rajin jalan kaki itu ternyata nggak cuma bikin kita bisa pamer jumlah langkah di smartwatch. Ada manfaat kesehatannya yang nyata.
Sebuah studi tahun 2023 menyebutkan, jalan kaki bisa meningkatkan kebugaran aerobik, membakar lemak, sampai menurunkan tekanan darah bagi orang yang jarang bergerak.
Bahkan, orang-orang di wilayah Blue Zones (di antaranya Okinawa-Jepang, Sardinia-Italia, dan Ikaria-Yunani), yang penduduknya punya umur paling panjang di dunia, ternyata punya kebiasaan yang sama. Mereka rutin melakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki.
Tapi, ada satu pertanyaan besar yang sering muncul, apakah jalan kaki saja cukup buat membangun otot? Mengingat punya massa otot yang baik itu penting banget buat kita supaya bisa tetap bergerak aktif sampai tua nanti.
Jadi, bisa bikin berotot nggak?
Kalau menurut para ahli, jawabannya agak sedikit rumit. Grace Horan, seorang ahli fisiologi olahraga, bilang kalau jalan kaki memang bagus untuk melatih ketahanan otot (muscular endurance).
Artinya, otot kamu jadi lebih kuat buat diajak bergerak lebih lama tapi tanpa cepat merasa capek. Tapi, kalau target kamu adalah membangun otot, jalan kaki saja sebenarnya bukan cara yang paling efektif.
Ada satu prinsip yang namanya progressive overload. Supaya otot bisa tumbuh lebih besar (hipertrofi), tubuh kita butuh tantangan berupa beban atau intensitas yang terus meningkat secara berkala.
Baca Juga: Associated Press Pangkas Karyawan, Perkuat AI: Inovasi atau Ancaman bagi Jurnalisme?
Masalahnya, jalan kaki biasa tidak memberikan beban yang cukup berat untuk memicu pertumbuhan massa otot tersebut. Kenapa begitu?
Secara ilmiah, jalan kaki lebih banyak mengaktifkan sel otot jenis slow-twitch yang fungsinya untuk ketahanan. Sementara untuk membangun massa otot yang besar, kita perlu mengaktifkan sel otot fast-twitch yang biasanya baru bereaksi lewat angkat beban, lompat, atau lari cepat.
Cara membangun otot
Meski jalan kaki bukan cara utama buat jadi berotot, tetap ada pengecualian. Buat mereka yang usianya sudah lanjut atau orang yang selama ini hidupnya jarang bergerak sama sekali (sedentary), jalan kaki ternyata bisa membantu membangun sedikit massa otot.
Artikel Terkait
Dress Code Met Gala 2026 Sudah Diumumkan, Saatnya Menunggu Kejutan Penampilan Para Selebriti
Deretan Status Whatsapp bakal Dipindah ke Bagian Atas Chat, Jadi Mirip Instagram Stories!
Atta Halilintar Garap Film Sepak Bola 'Garuda Di Dadaku' versi Animasi, Ajak Anak Berani Bermimpi
Cara Tangguh Warga Singapura Mengubah Gaya Hidup untuk Menghemat BBM, Kita Bisa Menirunya!
9 Poin Penting Bagi Tenaga Kerja Kontrak Dalam Mengelola Keuangan Agar Hidup Aman
Lihat Bumi dari Luar Angkasa, Astronaut Artemis II Ini Punya Pesan yang Bikin Merinding
Bukan Cuma Soda, Ini Minuman Sehari-hari yang Diam-Diam Merusak Gigi