Bali Waspada Rabies, Ini Ciri-Ciri Hewan dan Manusia yang Terinfeksi Rabies

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Selasa, 27 Juni 2023 | 09:00 WIB
Ilustrasi Anjing Rabies (pixabay.com)
Ilustrasi Anjing Rabies (pixabay.com)

PejuangKantoran.com - Setelah viral seorang anak perempuan meninggal setelah digigit anjing peliharaannya, Bali ditetapkan waspada rabies dan menjadi daerah dengan zona merah rabies.

Hal ini terjadi setelah pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melakukan pemeriksaan menyeluruh, dan menemukan bahwa 29 dari total 64 desa di Kabupaten Gianyar di Bali yang memiliki kasus rabies.

Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali menambahkan 200.000 dosis vaksin rabies tambahan untuk hewan penyebar rabies di Pulau Dewata tersebut.

Baca Juga: 7 Cara Agar Tetap Semangat di Hari Terakhir Kerja Sebelum Cuti Bersama

Ciri-ciri hewan yang terkena rabies

Salah satu ciri hewan yang terkena rabies adalah tersebut memiliki tingkah yang aneh, misalnya mencoba menggigit pemiliknya atau hewan lain. Padahal, sebelumnya hewan tersebut tidak galak.

Selain itu, hewan rabies juga memperlihatkan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Air liur berlebihan
  • Sulit menelan
  • Hewan tidak dalam kondisi sehat
  • Sangat agresif
  • Perilaku menggigit objek imajinatif
  • Sulit bergerak atau lumpuh
  • Lebih jinak dari yang diperkirakan
  • Pada kelelawar, hewan ini lebih banyak di tanah ketimbang bergelantung di pohon atau objek yang tinggi

Sementara itu, ciri-ciri anjing yang terkena rabies adalah:

  • Demam
  • Menunjukkan perubahan perilaku
  • Air liur berlebihan
  • Kesulitan menelan
  • Gerakan sempoyongan, kejang hingga lumpuh
  • Mulut berbusa akibat akumulasi liur
  • Sensitif terhadap stimulasi cahaya, gerakan dan suara

Baca Juga: Ikut Berkurban Hewan di Idul Adha 2023? Ingat, Jangan Lakukan 4 Larangan Ini!

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, menyampaikan perlu adanya kolaborasi dengan masyarakat terkait cara merawat dan menjaga anjing peliharaan.

Hal ini dikarenakan mayoritas masyarakat Bali memiliki anjing peliharaan di rumah. Jadi, selain penanganan, bisa dilakukan juga langkah pencegahan.

Selain itu masyarakat juga diminta untuk segera melakukan tindakan medis jika tergigit anjing, sekecil apa pun. Jangan mengabaikan dan meremehkan virus Rabies yang dapat berujung pada kematian.

Ketika melihat hewan yang terjangkit rabies, jangan memberi makan atau mendekatinya. Jika hewan mulai bertingkah aneh, hubungi petugas atau orang sekitar untuk meminta bantuan.

Baca Juga: Daftar 150 Restoran Legendaris Dunia, Ada Warung Mak Beng di Bali!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: CDC AS, Youtube @Kompas TV, Dinkes DKI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X