PejuangKantoran.com - Meskipun sudah mencapai puncak jabatan, para CEO ternyata dikenal dengan kebiasaannya untuk bekerja keras.
Faktanya, sebuah studi Harvard terhadap 27 CEO menemukan bahwa mereka bekerja rata-rata 62,5 jam seminggu.
Sementara menurut jajak pendapat dari Gallup, setengah dari pekerja di Amerika bekerja lebih dari 40 jam, bahkan 60 jam, per minggu.
Baca Juga: Jenis Roti Ini Ternyata Bikin Lonjakan Gula Darah, Hindari Kalau Kamu Ingin Punya Perut Rata!
Padahal, ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa bekerja lembur tidak benar-benar menghasilkan perbedaan yang signifikan pada hasil kerja. Malahan, akan menimbulkan kerusakan jangka panjang pada tubuh.
Menurut penelitian, ini yang terjadi pada tubuh kalau bekerja lebih dari 40 jam seminggu:
1. Risiko kematian akibat stroke atau serangan jantung meningkat
Menurut studi global di 2021 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), jam kerja yang panjang (lebih dari 55 per minggu) menyebabkan 745.000 kematian akibat penyakit kardiovaskular pada 2016.
Bekerja 55 jam atau lebih dalam seminggu dikaitkan dengan risiko stroke 35% lebih tinggi dan risiko kematian akibat penyakit jantung 17% lebih tinggi, dibandingkan dengan bekerja 35 hingga 40 jam seminggu.
“Jam kerja panjang dapat secara langsung menyebabkan penyakit kardiovaskular karena meningkatkan stres yang merusak sel-sel di otak dan jantung,” kata Frank Pega, petugas teknis WHO dan penulis utama makalah tersebut.
Hal ini juga secara tidak langsung dapat memicu perilaku yang berisiko, seperti kurang olahraga fisik, diet kurang bergizi, atau kurang waktu tidur.
2. Risiko cedera saat bekerja meningkat
Penelitian yang mengamati 110.236 catatan pekerjaan dari 1987 - 2000, menemukan, bekerja setidaknya 12 jam per hari bisa meningkatkan bahaya hingga 37%. Sedangkan bekerja setidaknya 60 jam per minggu memicu kenaikan bahaya hingga 23%.
3. Kesehatan mental memburuk
Studi yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One tahun 2020 mengamati pekerja Korea berusia 20-an dan 30-an yang bekerja antara 31 – 60 jam seminggu.
Artikel Terkait
Prada Bakal Luncurkan Lini Make up dan Skincare, Siap-siap Nge-war
Seleksi CASN 2023, Pemerintah Sebut Bakal Lebih Prioritaskan Tenaga PPPK
4 Cara Menjawab Permintaan “Ceritakan tentang Diri Anda” Saat Wawancara Kerja
Contoh Soal Tes Bakat Skolastik untuk Beasiswa LPDP dan Tips Agar Sukses Mengerjakannya
Jumlah Tenaga Non-ASN Membengkak, Revisi UU ASN Jamin 2,3 Juta Tenaga Honorer Tak akan Di-PHK
Walaupun "Film Pesanan" Pemerintah, Hanung Bramantyo Tetap Menggarap Just Mom dengan Passion