Ini yang Terjadi pada Tubuh Jika Kamu Bekerja Lebih dari 40 Jam Seminggu

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 7 Agustus 2023 | 21:29 WIB
Ilustrasi: Bekerja lebih dari 40 jam seminggu ternyata berefek buruk pada tubuh dan otak. (Freepik/Pressfoto)
Ilustrasi: Bekerja lebih dari 40 jam seminggu ternyata berefek buruk pada tubuh dan otak. (Freepik/Pressfoto)

PejuangKantoran.com - Meskipun sudah mencapai puncak jabatan, para CEO ternyata dikenal dengan kebiasaannya untuk bekerja keras.

Faktanya, sebuah studi Harvard terhadap 27 CEO menemukan bahwa mereka bekerja rata-rata 62,5 jam seminggu.

Sementara menurut jajak pendapat dari Gallup, setengah dari pekerja di Amerika bekerja lebih dari 40 jam, bahkan 60 jam, per minggu.

Baca Juga: Jenis Roti Ini Ternyata Bikin Lonjakan Gula Darah, Hindari Kalau Kamu Ingin Punya Perut Rata!

Padahal, ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa bekerja lembur tidak benar-benar menghasilkan perbedaan yang signifikan pada hasil kerja. Malahan, akan menimbulkan kerusakan jangka panjang pada tubuh.

Menurut penelitian, ini yang terjadi pada tubuh kalau bekerja lebih dari 40 jam seminggu:

1. Risiko kematian akibat stroke atau serangan jantung meningkat

Menurut studi global di 2021 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), jam kerja yang panjang (lebih dari 55 per minggu) menyebabkan 745.000 kematian akibat penyakit kardiovaskular pada 2016.

Bekerja 55 jam atau lebih dalam seminggu dikaitkan dengan risiko stroke 35% lebih tinggi dan risiko kematian akibat penyakit jantung 17% lebih tinggi, dibandingkan dengan bekerja 35 hingga 40 jam seminggu.

“Jam kerja panjang dapat secara langsung menyebabkan penyakit kardiovaskular karena meningkatkan stres yang merusak sel-sel di otak dan jantung,” kata Frank Pega, petugas teknis WHO dan penulis utama makalah tersebut.

Hal ini juga secara tidak langsung dapat memicu perilaku yang berisiko, seperti kurang olahraga fisik, diet kurang bergizi, atau kurang waktu tidur.

2. Risiko cedera saat bekerja meningkat

Penelitian yang mengamati 110.236 catatan pekerjaan dari 1987 - 2000, menemukan, bekerja setidaknya 12 jam per hari bisa meningkatkan bahaya hingga 37%. Sedangkan bekerja setidaknya 60 jam per minggu memicu kenaikan bahaya hingga 23%. 

3. Kesehatan mental memburuk

Studi yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One tahun 2020 mengamati pekerja Korea berusia 20-an dan 30-an yang bekerja antara 31 – 60 jam seminggu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Huffington Post

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X