5 Tips Hilangkan Pegal Buat Para Remaja Jompo

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Minggu, 27 Agustus 2023 | 09:29 WIB
Illustrasi sakit pinggang sebelah kiri pada wanita (pexels/karolina grabowska)
Illustrasi sakit pinggang sebelah kiri pada wanita (pexels/karolina grabowska)

PejuangKantoran.com - Istilah ‘jompo’ sering terdengar belakangan ini dan merujuk pada anak usia produktif yang seringkali cepat lelah dan pegal-pegal usai beraktivitas. 

Kalau dibiarkan, hal ini akan menyebabkan orang gampang mager alias malas gerak. Gejala ‘jompo dini’ bisa merujuk ke arah penyakit tidak menular (PTM), seperti diabetes, asam urat, kolesterol dan lainnya.

Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mencatat PTM disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Riset tersebut melihat 95,5% masyarakat Indonesia kurang makan sayur dan buah, 33,5% kurang aktivitas fisik dan 29,3% masyarakat usia produktif merokok setiap hari. 

Baca Juga: Sadar Dirinya Cadel, Ini yang Dikhawatirkan Fadly Faisal Saat Adegan Baris-berbaris di Galaksi

1. Pakai essential oil agar tidur berkualitas

Hindari bergadang dan buat jadwal tidur yang teratur. Hal ini penting untuk menunjang kesehatan fisik maupun mental. Tidur yang cukup dan berkualitas akan membantu memulihkan energi dan mengurangi risiko kelelahan yang umum terjadi pada ‘remaja jompo.'

2. Hangatkan badan dengan minyak telon

Minyak telon bukan cuma buat bayi. Penggunaan minyak telon sangat erat dengan fenomena ‘remaja jompo’. Minyak telon cocok digunakan untuk menghangatkan tubuh yang tegang, seperti leher dan pergelangan tangan. Menghirup minyak telon juga bermanfaat untuk meredakan stres dan menenangkan pikiran.

3. Gunakan lumbar back support untuk perbaiki postur tubuh

Salah satu keluhan yang kerap diungkapkan oleh ‘remaja jompo’ adalah sakit punggung. Untuk mengatasi sakit punggung, Kemenkes RI menyarankan untuk menjaga postur tubuh tetap tegak saat duduk atau berdiri guna mengurangi tekanan berlebih pada otot dan tulang belakang.

Untuk membantu memperbaiki postur tubuh saat duduk, masyarakat disarankan menggunakan pendukung pinggang (lumbar back support). Perlengkapan ini dapat mengurangi risiko masalah tulang belakang dan punggung yang umumnya terjadi pada generasi muda. 

Baca Juga: Puteri Indonesia Yasinta Aurellia Cari Tempat Thrifting Asyik di Jakarta, Ada yang Mau Bantu?

4. Rajin berolahraga

Bagi kelompok usia muda, World Health Organization (WHO) merekomendasikan berolahraga minimal 150 menit per minggu dengan intensitas sedang hingga rendah. Ahli Gizi, Putri MJ, S.Gz pun mengingatkan agar tidak berolahraga secara berlebihan. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X