PejuangKantoran.com - Istilah ‘jompo’ sering terdengar belakangan ini dan merujuk pada anak usia produktif yang seringkali cepat lelah dan pegal-pegal usai beraktivitas.
Kalau dibiarkan, hal ini akan menyebabkan orang gampang mager alias malas gerak. Gejala ‘jompo dini’ bisa merujuk ke arah penyakit tidak menular (PTM), seperti diabetes, asam urat, kolesterol dan lainnya.
Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mencatat PTM disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Riset tersebut melihat 95,5% masyarakat Indonesia kurang makan sayur dan buah, 33,5% kurang aktivitas fisik dan 29,3% masyarakat usia produktif merokok setiap hari.
Baca Juga: Sadar Dirinya Cadel, Ini yang Dikhawatirkan Fadly Faisal Saat Adegan Baris-berbaris di Galaksi
1. Pakai essential oil agar tidur berkualitas
Hindari bergadang dan buat jadwal tidur yang teratur. Hal ini penting untuk menunjang kesehatan fisik maupun mental. Tidur yang cukup dan berkualitas akan membantu memulihkan energi dan mengurangi risiko kelelahan yang umum terjadi pada ‘remaja jompo.'
2. Hangatkan badan dengan minyak telon
Minyak telon bukan cuma buat bayi. Penggunaan minyak telon sangat erat dengan fenomena ‘remaja jompo’. Minyak telon cocok digunakan untuk menghangatkan tubuh yang tegang, seperti leher dan pergelangan tangan. Menghirup minyak telon juga bermanfaat untuk meredakan stres dan menenangkan pikiran.
3. Gunakan lumbar back support untuk perbaiki postur tubuh
Salah satu keluhan yang kerap diungkapkan oleh ‘remaja jompo’ adalah sakit punggung. Untuk mengatasi sakit punggung, Kemenkes RI menyarankan untuk menjaga postur tubuh tetap tegak saat duduk atau berdiri guna mengurangi tekanan berlebih pada otot dan tulang belakang.
Untuk membantu memperbaiki postur tubuh saat duduk, masyarakat disarankan menggunakan pendukung pinggang (lumbar back support). Perlengkapan ini dapat mengurangi risiko masalah tulang belakang dan punggung yang umumnya terjadi pada generasi muda.
Baca Juga: Puteri Indonesia Yasinta Aurellia Cari Tempat Thrifting Asyik di Jakarta, Ada yang Mau Bantu?
4. Rajin berolahraga
Bagi kelompok usia muda, World Health Organization (WHO) merekomendasikan berolahraga minimal 150 menit per minggu dengan intensitas sedang hingga rendah. Ahli Gizi, Putri MJ, S.Gz pun mengingatkan agar tidak berolahraga secara berlebihan.
Artikel Terkait
Bertanya Soal Gaji saat Wawancara Kerja, Bisa Mengurangi Kesempatanmu Diterima Bekerja
3 Teknik Agar Bisa Tidur Lebih Cepat Setiap Malam, Bahkan Kurang dari 10 Menit!
Yesaya Abraham Bingung Disapa Asep oleh Penggemarnya, Usai Memastikan Bergabung di Galaksi
Aturan Tak Tertulis Jika Kamu Berteman dengan Rekan Kerja di Media Sosial
Duet bareng Putri Ariani Di Konsernya, Ronan Keating Puji Habis-habisan Vokal Remaja 17 Tahun Itu
Uang Bisa Memberikan Kebahagiaan, Asal Kamu Tidak Menggunakannya untuk Diri Sendiri
Puteri Indonesia Yasinta Aurellia Cari Tempat Thrifting Asyik di Jakarta, Ada yang Mau Bantu?
Daftar Olahraga yang Aman Dilakukan Sendiri, dan yang Sebaiknya Butuh Pengawasan
Mengikuti Tradisi Hoesik di Korea, Kapan Waktu Paling Pas Minum Soju buat Orang Kantoran?
Sadar Dirinya Cadel, Ini yang Dikhawatirkan Fadly Faisal Saat Adegan Baris-berbaris di Galaksi