Dalam benak kebanyakan masyarakat, masih ada stigma bahwa santan mengandung kolesterol.
Masyarakat menganggap bahwa kolesterol adalah biang keladi penyakit jantung.
Kolesterol menempel pada dinding pembuluh darah dan memperlambat aliran darah pergi dan pulang ke jantung.
Sementara, penyakit jantung masih tersemat sebagai pembunuh manusia nomor satu di Indonesia, bahkan dunia.
Mengenai santan yang masih kena stigma mengandung kolesterol, Lisawati memberikan penjelasan bahwa santan justru tidak mengandung kolesterol
Dalam struktur kimianya, jelas Lisawati, lemak pada santan adalah asam laurat dengan kode kimia C12.
Rantai kimia C12 bentuknya medium.
Rantai C12 medium, di dalam metabolisme tubuh manusia, habis dipakai untuk energi tubuh.
Lantaran hal itu, C12 tidak disimpan sebagai lemak tubuh.
Baca Juga: IL DIVO Kembali Gelar Konser di Indonesia, Ada Penampilan Spesial dari Lesti Kejora
Di samping itu, C12 dikenal mampu membunuh virus, bakteri, dan jamur yang menyerang manusia.
"Asam laurat tidak mengandung kolesterol," ucap Lisawati.
Lebih lanjut, Lisawati menduga bahwa stigma negatif terhadap santan muncul tatkala santan bercampur dengan bahan makanan, biasanya daging sapi atau ayam, dalam proses memasak.
Daging sapi dan ayam memang mengandung kolesterol.
Sementara, bijak mengonsumsi makanan berkolesterol sesungguhnya bisa menjadi pedoman semua orang menjaga kesehatan.