PejuangKantoran.com - Sejalan dengan kemajuan teknologi, perawatan peremajaan kulit semakin beragam. Prosedur yang dilakukan tidak melulu melalui invasi langsung melalui kulit seperti operasi plastik.
Salah satu yang kini populer digunakan untuk mengatasi masalah kulit wajah adalah tindakan-tindakan seperti peeling, laser dan, tentu saja injeksi filler.
Baca Juga: Skin Booster Makin Digemari untuk Mengatasi Masalah Kulit karena Efeknya Lebih Cepat
Berkat kemajuan teknologi juga, apa yang menjadi racikan dalam ampul suntikan filler tidak hanya vitamin. Salah satu ampul injeksi skin booster yang banyak digunakan dokter di berbagai klinik kecantikan di dunia adalah Cellbooster.
Diproduksi di Swiss, Cellbooster mengandung bahan-bahan aktif untuk kulit yang saling terikat satu sama lainnya berkat penggunaan teknologi CHAC.
Teknologi ini membuat bahan tersebut tahan lebih lama dan memberikan dampak ke tiap lapisan kulit paling dalam.
Dr. Timur Taskesen, ahli dermatologi dari Swiss, menjelaskan bahwa kulit manusia memiliki lapisan yang sama. Ada epidermis, dermis, dan lapisan subkutan.
Dengan memahami lapisan dan struktur kulit, Cellbooster aman bagi segala jenis kulit.
“Penelitian skin booster ini dilakukan dengan pemahaman bahwa struktur kulit manusia selalu sama di mana pun. Tidak peduli muda atau tua.
“Jenis kulit 1 seperti Norwegia atau Irlandia, atau jenis kulit tipe 5 atau 6 seperti dari Afrika. Pengaruhnya mungkin sedikit pada musim dan juga paparan matahari.
“Namun, ada beberapa pilihan produk yang akan membantu pasien mendapatkan hasil yang ingin dicapai,” ujar Dr. Timur Taskesen, saat konferensi pers Cellbooster di The Langham, Jakarta, Minggu (25/2/2024).
Baca Juga: Survei: 4 dari 10 Perusahaan Indonesia Berencana Naikkan Gaji Karyawan Perusahaannya
Yang terpenting adalah, penggunaan skin booster ini dilakukan sesuai anjuran. Perawatan umumnya dilakukan tiga kali suntik dengan interval tiap penyuntikan dua minggu, untuk mendapatkan hasil optimal.
“Di klinik saya di Swiss, banyak orang asing melakukan perawatan, dari Asia, Amerika Serikat, Amerika Latin. Penerapan perawatan sedikit berubah tergantung pada masalah kulit wajah yang dialami.