bugar

Panduan Ahli Dermatologi saat Suntik Skin Booster untuk Mengatasi Berbagai Masalah Kulit

Rabu, 28 Februari 2024 | 17:18 WIB
Ilustrasi: Salah satu prosedur skin booster yang banyak digunakan dokter di berbagai klinik kecantikan di dunia saat ini adalah Cellbooster. (Freepik)

“Dosis yang digunakan sama. Satu vial berisi 3 ml untuk satu kali suntik yang bisa disuntikkan di mana pun di bagian wajah,” terang dokter spesialis kulit yang berpraktek di Zurich ini.

Tidak akan mengalami ketergantungan

Tidak ada ketentuan pasti mulai usia berapa boleh menggunakan skin booster ini. Namun, Dr. Timur menjelaskan, usia termuda untuk menggunakan produk ini tergantung masalah kulit wajah yang dialami.

Contohnya, (produk bisa dipakai) jika bekas jerawat atau jerawat aktif membuat seseorang merasa sangat terganggu. Atau bagi remaja, injeksi filler bisa dilakukan selama orang tua memberi izin.

Baca Juga: Siapa Bilang Harus Pakai Kemeja Putih, Ini 7 Warna Pakaian Terbaik untuk Wawancara Kerja

“Penggunaan injeksi seperti ini di setiap negara berbeda. Menurut saya, jika pasien mengizinkan, umur penggunanya minimal 18 tahun. Setidaknya, umur segitu yang diizinkan untuk negara saya.

“Namun, sebagai contoh, saya punya pasien yang lebih muda yang menderita jerawat dan memiliki bekas jerawat di umur 16 tahun.

“Pasien datang ditemani oleh ibu dan ayah mereka yang mengisi formulir perizinan untuk dilakukan prosedur ini, yang sebenarnya tidak lebih serius dibanding peeling atau laser,” tambahnya.

Penggunaan skin booster ini juga tidak akan membuat penggunanya mengalami ketergantungan sehingga harus terus-menerus menggunakannya.

Setelah pasien menjalankan protokol, yaitu tiga injeksi dengan interval dua minggu, mereka bisa menjalankannya secara berkala.

Baca Juga: Wakil Ketua MPR Kritik Rencana Menteri Agama Jadikan KUA Tempat Mencatat Pernikahan Semua Agama

 

Hal ini bisa diumpamakan ketika kita membangun rumah yang akan bersih dalam beberapa kurun waktu. Tetapi tentunya tidak akan bersih selamanya. Jadi, kadang-kadang kita perlu membersihkannya kembali atau merenovasinya sedikit.

“Setelah melakukan satu sesi, yaitu tiga kali interval, pasien bisa melakukannya tiap enam bulan sekali atau setahun sekali, tergantung pada masalahnya. Yang pasti, kamu tidak perlu melakukannya setiap bulan!” tukasnya.

Skin booster ini juga aman karena jenisnya yang non cross-links, yaitu menggunakan Hyaluronic Acid (Asam Hialuronat) alami untuk menghidrasi dan meremajakan kulit.

Halaman:

Tags

Terkini