Pejuangkantoran.com Hampir sebagian besar dari kamu pasti masih aktif memegang ponsel menjelang tidur. Entah memang masih ada hal yang terkait pekerjaan, sekadar main game, sampai sedang memantau live shopping.
Apapun alasannya, masih memantau ponsel menjelang tidur berdampak tidak baik bagi Kesehatan, terutama untuk jangka panjang.
Menatap layar ponsel sebelum tdiur, menurut Alodokter.com bisa memengaruhi kualitas tidur dan Kesehatan.Dampak-dampaknya tersebut adalah sebagai berikut:
- Menurunkan kualitas tidur
Cahay biru yang dipancarkan oleh layar ponsel diketahui dapat menghambat produksi hormon melatonin. Menurunnya produksi dan pelepasan hormon ini dapat membuatmu lebih waspada dan terjaga serta menyulitkan proses tidur.
Pancaran cahaya dari layar ponsel juga akan menghambat fase tidur rapid eye movement (REM). Padahal, fase tidur ini penting untuk memulihkan fungsi kognitif dan kestabilan emosi.
- Mengganggu ritme sirkadian
Kebiasaan main HP sebelum tidur juga dapat mengganggu ritme sirkadian. Ritme sirkadian adalah mekanisme alami tubuh untuk mengatur jadwal tidur dan bangun serta metabolisme tubuh setiap harinya.
Jika hal ini terus-menerus berlangsung, waktu tdiur kamu akan berkurang dan menyebabkan susah fokus di pagi harinya. Selain itu, kurangnya waktu dan kualitas tidur juga akan membuat kamu lelah dan kurang produktif.
- Menyebabkan gangguan mata
Membuka ponsel, apalagi jika membuka media sosial atau live shopping, waktu berjam-jam lewat tanpa tersa. Kebiasaan ini bisa memicu computer vision syndrome.
Computer vision syndrome adalah rasa lelah pada mata, penglihatan kabur, mata merah, mata kering, hingga sakit kepala. Kebiasaan menghabiskan waktu dengan bermain dengan ponsel, sebelum tidur juga bisa menyebabkan degenerasi makula.
Degerasi macula adalah penurunan kemampuan penglihatan. Kalau diabaikan, kondisi ini akan meningkatkan risikomu mengalami kebutaan.
- Memicu doomscrolling
Menelusuri media sosial sebelum tidur, dan apalagi jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama, bisa berdampak pada kesehatan mental kamu. Ini karena saat berselancar di media sosial itu, sangat dimungkinkan kamu akan terpapar berita-berita buruk.
Dan karena penasaran, maka itu akan memicu kamu untuk terus scrolling mencari kelanjutan informasi tersebut. Perilaku tersebut disebut doomscrolling. Akibatnya, kamu bisa merasa cemas, stres, takut, tertekan, hingga paranoid terhadap sekitar.
Baca Juga: Orang yang FOMO dan Berkepribadian Dark Triad Cenderung Menggunakan Ponsel Saat Mengemudi