Pejuangkantoran.com – Puasa Ramadhan 2025 awal Maret ini tinggal menunggu beberapa hari. Ada fenomena yang cukup umum di Indonesia, sejumlah orang mengaku berat badannya meningkat ketika menjalani puasa Ramadhan.
Padahal seharusnya dengan puasa sebulan penuh, berat tubuh orang yang menjalaninya berkurang menurut logika.
Ada sejumlah faktor yang berkontribusi pada hal ini. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:
- Pola Makan yang Tidak Sehat Saat Buka Puasa
Banyak orang yang ketika berbuka puasa seperti “balas dendam”. Aneka makanan dan kudapan yang mereka jumpai di bazaar Ramadhan dibeli, dan umumnya makanan yang menggoda seperti makanan yang tinggi kalori, gula, dan lemak.
Misalnya, gorengan, nasi dengan lauk berat, makanan manis seperti kolak, es buah, atau kue-kue manis sering kali menjadi pilihan utama untuk berbuka puasa.
“Balas dendam” dengan makan makanan yang tinggi kalori secara berlebihan saat buka puasa bisa menyebabkan kelebihan kalori yang akhirnya disimpan sebagai lemak tubuh.
- Makan Berlebihan Saat Buka Puasa
“Balas dendam” kedua adalah dalam soal jumlah. Karena tidak makan sepanjang hari, banyak orang merasa sangat lapar dan cenderung makan berlebihan saat berbuka puasa.
Mereka sering kali merasa harus "mengganti" makanan yang hilang sepanjang hari dengan porsi besar. Padahal makan berlebihan saat berbuka puasa, malah bisa menimbulkan banyak masalah kesehatan seperti GERD, mula dan muntah, gangguan pencernaa, serta malas dan mengantuk.
- Minuman Manis dan Berkalori Tinggi
Salah satu godaan dari bazaar Ramadhan adalah aneka minuman manis yang penampilannya berwarna-warni.
Minuman manis, seperti es teh manis, air kelapa dengan gula, atau jus yang mengandung banyak gula menjadi asupan kalori yang cukup besar ke dalam tubuh.
Sudah begitu, aneka minuman manis ini juga tidak memberikan rasa kenyang yang lama, sehingga menyebabkan kamu akan terus mengonsumsi minuman dan makanan dengan kalori tinggi lainnya.
- Kurangnya Aktivitas Fisik
Mager adalah salah satu hal yang banyak dijumpai. Dengan alasan lemas, selama bulan Ramadhan, banyak orang cenderung mengurangi aktivitas fisik saat pagi hingga siang. Mager lain adalah setelah berbuka puasa karena rasa lelah dan kantuk setelah makan berat.
Padahal aktivitas fisik ringan tetap bisa dialkukan dengan porsi yang tepat. Aktivitas fisik bisa membantu menjaga keseimbangan kalori yang masuk dengan kalori yang keluar, dan mencegah penambahan berat badan.