- Tidur Setelah Makan
Rasa kenyang setelah berbuka puasa bisa mendorong rasa mengantuk. Jangan dibiasakan tidur setelah makan, sebab perilaku ini dapat memperlambat proses metabolisme tubuh dan mengganggu pencernaan, serta menyebabkan penurunan pembakaran kalori.
Selain itu, ini juga bisa menyebabkan penumpukan lemak di tubuh.
- Makanan Berlemak dan Tinggi Karbohidrat
Jika ada pemilihan makanan untuk berbuka puasa, gorengan bisa menjadi juaranya. Padahal gorengan itu tinggi karbohidrat sederhana dan lemak.
Makanan-makanan seperti ini mudah menyebabkan lonjakan gula darah yang diikuti dengan penurunan yang cepat, sehingga orang merasa lapar kembali dan cenderung makan lebih banyak.
- Tidak Cukup Tidur
Ketika sahur, kamu harus bangun lebih awal dari biasanya. Meskipun ini bukan masalah, namun jika pola tidurmu tidak kamu atur selama bulan Ramadhan juga berkontribusi pada kenaikan berat badan.
Oleh karena itu usahakan tidur lebih awal karena juga harus bangun lebih awal. Ushakan tdiur yang cukup sekitar 7-8 jam sehari.
Tidur siang sebentar (nap) sekitar 20-30 dapat membantumu merasa lebih segar. Manfaatkan waktu yang biasa kamu gunakan untuk makan siang.
Hindari begadang, karena kurang tidur bisa mengganggu regulasi hormon yang mengatur rasa lapar, seperti ghrelin dan leptin, yang dapat meningkatkan rasa lapar dan nafsu makan, serta mengurangi metabolisme tubuh.
Baca Juga: Muhammadiyah Sudah Tetapkan Tanggal Jadwal Puasa Ramadhan 2025
- Perubahan Pola Makan Selama Sahur
Dengan dalih membuat Cadangan saat puasa, ada kecenderugan orang memilih makanan berat atau kurang sehat saat sahur, seperti nasi putih dengan lauk yang berlemak.
Makanan seperti ini bisa membuat perut terasa kenyang lebih lama, tetapi tidak memberikan energi yang cukup untuk bertahan sepanjang hari.
Dan jangan lupa, tetap makan dengan porsi yang wajar ketika sahur. Makan terlalu banyak saat sahur dapat menyebabkan peningkatan berat badan karena tubuh tidak sepenuhnya menggunakan semua kalori tersebut.
Cara Menghindari Kenaikan Berat Badan Saat Ramadhan:
- Pilih makanan sehat saat berbuka puasa, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, protein rendah lemak (seperti ayam tanpa kulit, ikan), dan karbohidrat kompleks (seperti nasi merah atau roti gandum).
- Hindari minuman manis dan lebih pilih air putih, teh tanpa gula, atau air kelapa alami.
- Makan dalam porsi yang wajar, hindari makan berlebihan karena ingin “balas dendam”.
- Tetap aktif dengan berolahraga ringan, seperti berjalan kaki atau senam, baik sebelum sahur atau setelah tarawih.
- Usahakan tidur cukup untuk menjaga metabolisme tubuh tetap berjalan dengan baik.
- Perhatikan porsi sahur; pilih makanan yang memberi energi tahan lama, seperti oats, buah, dan protein tanpa lemak.
Dengan pola makan yang lebih sehat dan tetap aktif, berat badan dapat terjaga meskipun sedang berpuasa di bulan Ramadhan. ***