Tahap 2
Selama tahap 2, atau N2, tubuh memasuki kondisi yang lebih tenang. dalam tahapan ini terjadi penurunan suhu tubuh, otot-otot rileks, dan pernapasan serta detak jantung melambat.
Pada saat yang sama, gelombang otak menunjukkan pola baru dan gerakan mata berhenti. Secara keseluruhan, aktivitas otak melambat, tetapi ada ledakan aktivitas singkat yang sebenarnya membantu menahan diri untuk tidak terbangun oleh rangsangan eksternal.
Tahap 2 tidur ini dapat berlangsung selama 10 hingga 25 menit selama siklus tidur pertama., namun dapat bertambah panjang di malam hari. Secara kolektif, seseorang biasanya menghabiskan sekitar setengah waktu tidurnya dalam tidur N2.
Baca Juga: 10 Cara Praktis yang Membuatmu Bisa Tidur Kembali dengan Baik Saat Terbangun Tengah Malam
Tahap 3
Tidur tahap 3 atau N3 atau tidur lelap (deep sleep), adalah tahapan di mana lebih sulit untuk membangunkan seseorang dalam tdiur tahap ini. Tonus otot, denyut nadi, dan laju pernapasan menurun dalam tidur N3 karena tubuh semakin rileks.
Aktivitas otak selama periode ini memiliki pola yang dapat diidentifikasi yang dikenal sebagai gelombang delta. Karena alasan ini, tahap 3 juga dapat disebut tidur delta atau tidur gelombang lambat (short wave sleep - SWS).
Para ahli percaya bahwa tidur di tahap ini sangat penting untuk tidur restoratif. Dalam tidur restorative ini, tubuh melakukan pemulihan dan pertumbuhan.
Aktivitas tubuh Ini juga dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan proses tubuh utama lainnya. Meskipun aktivitas otak berkurang, ada bukti bahwa tidur lelap berkontribusi pada pemikiran yang mendalam, kreativitas, dan memori.
Kamu, secara umum, menghabiskan sebagian besar waktu dalam tidur lelap selama paruh pertama malam. Selama siklus tidur awal, tahap N3 biasanya berlangsung selama 20 hingga 40 menit. Namun, saat kamu terus tidur, tahap-tahap ini menjadi lebih pendek, dan lebih banyak waktu dihabiskan dalam tidur REM.
Tidur REM
Tidur REM atau rapid eye movement ini adalah tidur tahap 4. Selama tidur REM, aktivitas otak meningkat, mendekati level seperti yang terlihat saat kamu terjaga.
Pada saat yang sama, tubuh mengalami atonia. Atonia ini adalah kelumpuhan sementara pada otot, dengan dua pengecualian: mata dan otot yang mengendalikan pernapasan.