Pejuangkantoran.com - Tidak semua orang bisa tidur pukul 9 atau 10 malam. Ini mungkin disebabkan oleh kegiatan atau jadwal kerja yang bertabrakan dengan waktu tidur yang seharusnya.
Namun, walaupun tidak ada aturan universal soal jam tidur, waktu tidur tetap memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan.
Apalagi, beberapa riset mengungkap bahwa kebiasaan tidur lewat tengah malam dapat mempengaruhi kualitas tidur secara menyeluruh.
Dalam sebuah studi di 2022 yang diterbitkan di Frontiers in Network Physiology, disebutkan bahwa tidur larut malam dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh.
Ritme tersebut berfungsi sebagai jam biologis alami yang mengatur waktu tidur dan bangun, serta turut mempengaruhi metabolisme, mood, dan kemampuan kognitif.
Selain itu, kebiasaan tidur yang terlambat sering kali dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan suasana hati, seperti kecemasan dan depresi.
Ini kemungkinan disebabkan oleh kurangnya paparan sinar matahari di pagi hari serta gangguan pola tidur yang kronis.
Baca Juga: Ada 4 Tahapan Tidur yang Kamu Alami, Salah Satunya Tahapan Penting Untuk Kesehatan Kamu
Dampak tidur lewat tengah malam
Tidur terlalu larut dapat menyebabkan penurunan kualitas tidur, meskipun durasinya tetap sama.
Hal ini disebabkan oleh pergeseran fase tidur, yang membuat tubuh melewatkan fase tidur dalam yang penting bagi pemulihan otak dan tubuh.
Akibatnya, rasa kelelahan masih bisa dirasakan keesokan harinya, meskipun durasi tidur sudah cukup.
Selain itu, tidur larut juga dapat mempengaruhi kadar hormon seperti melatonin dan kortisol. Hormon melatonin, yang berfungsi mengatur tidur, biasanya mulai diproduksi lebih banyak saat malam hari.
Tidur terlalu malam berarti melatonin dilepaskan dalam waktu yang tidak sinkron dengan ritme alami tubuh. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat menyebabkan gangguan metabolisme dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.