Temuan Mengejutkan dalam Studi Tidur Global, Pekerja Kantoran Harus Waspada!

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Kamis, 20 Februari 2025 | 22:12 WIB
Ilustrasi. Banyak orang langsung tidur setelah sahur karena masih mengantuk. Kebiasaan ini mungkin terasa nyaman, tetapi ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan. (Pixabay)
Ilustrasi. Banyak orang langsung tidur setelah sahur karena masih mengantuk. Kebiasaan ini mungkin terasa nyaman, tetapi ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan. (Pixabay)

 

PejuangKantoran.com - Baru-baru ini, IKEA mengungkapkan hal yang tak terduga—sebuah studi global tentang kebiasaan tidur.

Mereka melakukan survei terhadap lebih dari 55.000 orang di berbagai negara untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi tidur kita, dan temuan mereka memberikan wawasan menarik yang sangat relevan bagi kamu, terutama para pekerja kantoran.

 

Studi ini menemukan bahwa Amerika Serikat memiliki kualitas tidur yang paling terganggu dan skor tidur terendah kedua di antara semua negara yang disurvei.

Baca Juga: Jika Diminta Pindah ke Kantor Baru, Pastikan Ada Tunjangan Mutasi dari Perusahaan. Apa Itu?

Banyak pekerja kantoran yang mengalami gangguan tidur karena stres atau kecemasan terkait pekerjaan. Sebagai pekerja kantoran, keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi memang seringkali menjadi tantangan besar.

Waktu kerja yang panjang, tenggat waktu yang ketat, dan tugas yang terus menumpuk dapat membuat tubuh dan pikiran kita tetap terjaga bahkan saat kita sudah berbaring di tempat tidur.

Dampak Teknologi pada Kualitas Tidur

Salah satu kebiasaan buruk yang ditemukan dalam studi ini adalah kebiasaan menghabiskan waktu di ponsel atau perangkat lain saat di tempat tidur—sesuatu yang hampir dilakukan oleh banyak orang, termasuk pekerja kantoran.

Dalam survei ini, 72% orang mengakui bahwa mereka menggunakan ponsel di tempat tidur meskipun sudah diketahui bahwa ini dapat mengganggu kualitas tidur. Pekerja kantoran seringkali cenderung memeriksa email atau berselancar di media sosial setelah jam kerja, yang justru membuat tubuh dan pikiran sulit untuk benar-benar beristirahat.

Baca Juga: Konflik di Kantor Bisa Diubah Jadi Baik dengan Mengenali Dampaknya, Gini Kata Penulis 'The Friction Project'

Pentingnya Manajemen Stres untuk Tidur yang Lebih Baik

Temuan lain dari studi ini adalah bahwa stres adalah penghalang utama tidur yang berkualitas, dengan 17% peserta menyebutkan stres sebagai faktor terbesar yang mengganggu tidur mereka.

Bagi pekerja kantoran, tekanan pekerjaan, rapat yang menumpuk, dan beban tanggung jawab bisa menjadi sumber utama stres yang merembet ke waktu tidur. Tak jarang, pikiran tentang pekerjaan yang belum selesai atau tantangan yang akan datang membuat kita terjaga di malam hari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Real Simple

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X