Kamu sering pura-pura kuat, padahal di dalam hati banyak yang lagi berantakan. Dari tagihan yang menumpuk, tekanan kerja, masalah keluarga, sampai rasa lelah tanpa alasan.
Semua itu lama-lama membuat kepala penuh dan jika tidak dikeluarkan, bisa-bisa meledak cuma karena hal kecil. Seringnya, itu terjadi di kamar mandi.
Sejak kecil, banyak orang diajarkan untuk menahan tangis sehingga akhirnya takut untuk jujur soal perasaannya.
Padahal, semua orang pasti pernah merasa sedih atau hancur. Namun, karena takut dihakimi, kamu memilih untuk “bersembunyi” dan kamar mandi jadi satu-satunya tempat aman.
Menangis bukan tanda lemah
Tubuh punya cara sendiri untuk memberitahu kalau ada yang salah dan salah satunya lewat tangisan.
Baca Juga: Jangan Dekat-dekat, Satu Orang yang Stres di Kantor Bisa Menular ke Banyak Orang Lho!
Jadi, menangis bukan berarti kamu lemah. Justru itu tanda kamu sedang peduli sama diri sendiri. Kamu memberi ruang untuk jujur dan lepas dari beban.
Jadi, kalau kamu harus nangis di kamar mandi, jangan malu karena kamu lagi merawat diri sendiri.
Namun, bukan berarti kamu harus terus seperti itu. Pelan-pelan, cobalah untuk menangis tanpa harus sembunyi karena jujur soal perasaan adalah bentuk kekuatan juga.
Carilah tempat yang lebih aman untuk kamu mencurahkan perasaan, seperti kepada sahabat, pasangan, atau psikolog.
Jadi, kamu tak perlu lagi menangis diam-diam di kamar mandi. ***