bugar

Bukan Ngisi TTS atau Main Game, Ini Jenis Kegiatan yang Bikin Otak Tajam sampai Tua!

Selasa, 17 Februari 2026 | 22:26 WIB
Ilustrasi: Untuk menjaga kesehatan otak, nggak cukup hanya dengan melakukan sesuatu yang sudah kita kuasai seperti mengisi TTS atau main scrabble. (Unsplash/Morgan Vander Hart)

Padahal menurut penelitian dari Nature Scientific Reports, mempelajari keterampilan baru yang kompleks bisa meningkatkan kepadatan materi abu-abu di otak dan bahkan membalikkan beberapa perubahan otak terkait usia.

Kunci utamanya adalah "kompleks". Belajar menggunakan aplikasi baru di ponsel ternyata tidak cukup untuk menjaga kesehatan otak. Otak butuh aktivitas yang menggabungkan koordinasi fisik, memori, penyelesaian masalah, dan kreativitas. Contohnya antara lain:

  • Bermain alat musik.
  • Mempelajari bahasa baru.
  • Menguasai kerajinan tangan seperti pertukangan kayu atau tembikar.
  • Belajar menari, yang menggabungkan gerak fisik dengan ritme dan memori.

Baca Juga: Profesi dan Keahlian Teknis yang Bisa Menentukan Adanya Hilal atau Bulan Baru

Ketika umur semakin bertambah, banyak orang berubah menjadi konsumen pasif dan tidak lagi membuat sesuatu. Misalnya, membaca buku, nonton acara TV, atau browsing media sosial.

Namun, menciptakan sesuatu, apa pun bentuknya, menggunakan otak dengan cara yang sangat berbeda daripada sekadar mengonsumsi.

Kalau kita tetap beraktivitas secara kreatif hingga tua, hal itu bikin fungsi kognitif lebih baik dan umur yang lebih panjang. Aktivitas kreatif membangun cadangan kognitif, yang memberikan otak "sistem cadangan" saat terjadi perubahan terkait usia.

Jadi, jangan takut untuk mencoba sesuatu yang baru, membuat kesalahan, dan nggak langsung jago saat memulainya. Justru fleksibilitas mental itulah yang akan menjaga kesehatan otak dan bikin kita awet muda.

Halaman:

Tags

Terkini