Dr. Shuchin menyarankan untuk memulai pelan-pelan untuk menghindari cedera dan kelelahan. Mulailah dengan beban yang lebih ringan dan latihan intensitas rendah, lalu secara bertahap tingkatkan intensitas dan durasinya seiring berjalannya waktu.
4. Fokus pada teknik yang benar
Entah kamu latihan menggunakan alat atau memanfaatkan bobot tubuhmu sendiri sebagai beban, lakukan dengan teknik yang benar.
“Saat melakukan latihan, utamakan bentuk dan teknik yang tepat sebelum mengangkat beban berat. Hal ini untuk mengurangi risiko cedera sekaligus memastikan kamu menargetkan otot yang tepat, dan memaksimalkan keefektifan setiap latihan,” ujarnya.
5. Lakukan pemanasan dan pendinginan
Selalu awali latihan dengan pemanasan dinamis untuk mempersiapkan tubuh kamu berolahraga. Ini dapat mencakup latihan kardio ringan, peregangan, dan mobilitas. Setelah latihan, lakukan juga pendinginan dengan peregangan statis untuk membantu otot kamu pulih dan mencegah ketegangan.
Baca Juga: Tiga Manfaat Hyaluronic Acid Untuk Kecantikan Kulit
6. Dengarkan tubuh kamu
“Perhatikan sinyal tubuh kamu. Kalau kamu mengalami nyeri, pusing, atau sesak napas saat berolahraga, hentikan dan cari pertolongan medis jika perlu. Menekan rasa tidak nyaman yang berlebihan atau mengabaikan rasa sakit bisa menyebabkan cedera, lho,” tambahnya.
7. Kombinasi latihan
Melakukan latihan yang sama setiap hari bisa jadi monoton. Hindari kebosanan dengan membuat variasi latihan. Cobalah teknik, peralatan, dan kelas yang berbeda untuk membuat rutinitasmu tetap menarik dan meningkatkan latihanmu dengan cara yang berbeda.
Jangan lupa, semua orang memulai dari satu titik, dan kemajuan membutuhkan waktu. Tetap berkomitmen, bersabar, dan nikmati perjalanan menuju dirimu yang lebih sehat dan bugar!