Fase gejala rabies pada manusia
Manusia yang tertular rabies, awalnya akan memberikan gejala mirip dengan flu, termasuk demam, sakit kepala, kelelahan, dan ketidaknyamanan umum.
Namun, seiring berkembangnya penyakit tersebut, gejalanya menjadi lebih serius, seperti mengalami kecemasan, gangguan tidur, kesulitan menelan, kebingungan, dan gangguan neurologis termasuk kejang dan kelemahan otot.
Diawali dengan masa inkubasi, selanjutnya ada empat fase gejala rabies yang biasanya muncul:
Baca Juga: Kapal Selam Titan Tenggelam, Lagu My Heart Will Go On Milik Celine Dion Populer Lagi
- Fase prodromal (gejala awal)
Fase ini berlangsung selama beberapa hari dan mirip dengan gejala penyakit flu. Selama fase ini, seseorang mungkin juga mengalami gatal-gatal di tempat gigitan, sensasi tidak nyaman, atau kesemutan.
- Fase sensoris (rangsangan)
Pada fase ini, akan timbul nyeri, rasa panas disertai kesemutan pada luka gigitan, serta rasa cemas dan reaksi yang berlebih terhadap rangsangan sensorik.
- Fase eksitasi (fase agitasi)
Fase ini dapat berlangsung dari beberapa hari hingga satu minggu. Saat ini, gejala neurologis mulai muncul dan terdapat perubahan perilaku yang mencolok.
Gejala yang umum adalah kecemasan, kebingungan, halusinasi, kesulitan tidur, kejang, dan sensitif terhadap rangsangan cahaya, suara, atau sentuhan.
Baca Juga: Saingi Coldplay, Taylor Swift Konser 6 Hari di Singapura
- Fase paralitik (fase paralisis)
Di fase ini, penderita merasakan kelemahan otot yang progresif, paralisis, koma, dan akhirnya berujung pada kematian. Saat mengalami fase ini, pernapasan dan fungsi jantung juga dapat terpengaruh sehingga berkontribusi pada kematian.
Satu hal perlu diperhatikan adalah gejala rabies pada manusia tidak selalu mengikuti pola yang sama untuk setiap individu.
Jadi, jika seseorang dicurigai terinfeksi rabies atau terkena gigitan hewan yang dicurigai terinfeksi, langsung cari perawatan medis darurat di fasilitas kesehatan terdekat. (Elga Windasari)