bugar

Diet Makan Semangka Selama 103 Hari, Apakah Ini Baik untuk Menurunkan Berat Badan?

Jumat, 28 Juli 2023 | 13:59 WIB
Ilustrasi: Diet semangka mungkin saja bisa menurunkan berat badan, tetapi perhatikan risikonya! (Pexels)

PejuangKantoran.com - Bobby Smith, ayah dua anak berusia 37 tahun, melakukan diet yang bisa dibilang cukup ekstrim. Ia menjalani diet dengan hanya makan semangka selama 103 hari, tidak mengonsumsi makanan lainnya.

Bobby memulai tantangan diet semangka pada 16 Mei 2023, dan pada 28 Juli 2023 ia sudah memasuki hari ke-75.

“Saya melakukan banyak penelitian dan menemukan bahwa buah adalah pembersih tubuh. Ini membantu saya menurunkan berat badan dan meremajakan sel saya paling cepat," ujarnya.

Baca Juga: 10 Makanan yang Membantu Meredakan Flu dengan Cara Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Ia memulai tantangannya dengan berat badan 268 pound atau sekitar 121,5 kg. Selain kelebihan berat badan, dirinya juga menderita banyak masalah kesehatan.

“Saya menderita tekanan darah tinggi, sangat parah. Tekanan darah saya 190/110,” cerita Bobby, yang diberitahu dokter bahwa ia dalam berada dalam tahap “krisis hipertensi.”

Kondisi tubuhnya itu diakibatkan dari kebiasaan makan yang tidak sehat serta terlalu banyak mengonsumsi alkohol dan zat lain.

Bobby bilang, “Ketika saya memutuskan untuk berhenti minum, saya memutuskan untuk langsung membuat jus. Dan itu bekerja dengan sangat baik karena saya mengganti alkohol dengan jus."

Secara mengejutkan, ia sama sekali tidak mengalami sindroma putus alkohol (alcohol withdrawal syndrome). 

Sejak menjalani diet semangka, berat badannya juga mengalami penurunan. Sekarang angka di timbangannya berkurang menjadi 123 pound atau hanya 55,8 kg.

Apakah diet semangka aman?

Semangka dikenal sebagai buah pembersih karena mengandung lebih dari 90 persen air. Menurut Cleveland Clinic, satu cangkir semangka potong dadu hanya memiliki 46 kalori, 9 gram gula, 12 mg vitamin C, 15 mg magnesium, dan 0 gram lemak.

"Buah itu luar biasa. Semangka memiliki banyak antioksidan yang mampu melawan kanker, rendah kalori, tinggi serat dan tinggi cairan," kata Beth Czerwony, ahli diet terdaftar di Pusat Nutrisi Manusia Cleveland Clinic.

Jika ingin menurunkan berat badan, seseorang memang harus makan lebih banyak sayur dan buah karena akan memberikan lebih banyak cairan dan serat yang dibutuhkan untuk membuat kenyang lebih lama.

Namun, ahli gizi memperingatkan bahwa diet yang membatasi asupan kalori untuk menurunkan berat badan berisiko menghilangkan massa otot dan malnutrisi karena minimnya protein dalam buah.

Halaman:

Tags

Terkini