bugar

Apakah Sarden Kalengan Termasuk Pilihan yang Sehat untuk Bekal Makan Siang ke Kantor?

Minggu, 30 Juli 2023 | 07:00 WIB
Ilustrasi: Sarden kalengan merupakan sumber protein, vitamin B12, vitamin D, dan kalsium yang sangat baik. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Buat kamu yang sering membawa bekal makan siang ke kantor, ikan sarden kalengan mungkin termasuk dalam menu yang pernah kamu bawa. Tentu sarden menjadi menu praktis yang mudah dan cepat disiapkan.

Pada dasarnya, ada banyak alasan bagus untuk mengonsumsi ikan kalengan. Selain praktis, sarden kalengan juga dapat memenuhi kebutuhan akan 220-350 gram hidangan laut per minggu menurut Dietary Guidelines America tahun 2020-2025.

Sarden kalengan termasuk pilihan yang sehat, karena merupakan sumber protein, vitamin B12, vitamin D, dan kalsium yang sangat baik (mengandung lebih dari 20% dari angka kecukupan gizi harian).

Baca Juga: Diet Makan Semangka Selama 103 Hari, Apakah Ini Baik untuk Menurunkan Berat Badan?

Selain itu juga merupakan sumber zat besi dan hampir 100% asupan asam lemak omega-3 harian yang direkomendasikan.

American Heart Association menyarankan untuk mengonsumsi 250 miligram EPA dan DHA (dua jenis omega-3) per hari (atau lebih, kalau kamu punya kadar kolesterol atau trigliserida tinggi) untuk mendapatkan manfaatnya.

Nah, sarden kalengan menyediakan lebih banyak EPA dan DHA daripada rekomendasi tersebut.

Risiko mengonsumsi ikan kalengan

Menurut Jenny Shea Rawn, MS, MPH, RD, ahli diet terdaftar dan penulis buku Coastal Kitchen: Nourishing Seafood Recipes for Everyday Cooking, "Sangat sedikit atau tidak ada risiko dalam mengonsumsi ikan sarden, kecuali kalau kamu punya alergi ikan, atau sudah disarankan untuk membatasi konsumsinya."

Ahli diet Lauren Manaker MS, RDN, LD, juga mencatat bahwa orang dengan tekanan darah tinggi disarankan untuk memantau asupan natrium mereka.

Ada baiknya kita membaca label nutrisi untuk memilih sarden kalengan dengan kadar sodium yang lebih rendah.

Meskipun sarden kalengan adalah pilihan ikan rendah merkuri, menurut Manaker hati-hati kalau kamu mengonsumsinya lebih dari empat kali seminggu. Sebab, kamu berpotensi terpapar merkuri.

Meskipun hal ini seharusnya tidak membuat kamu takut (terutama jika kamu mengonsumsi kurang dari 220 gram per minggu), coba fokus mendapatkan berbagai pilihan makanan laut rendah merkuri dalam menu makanan kamu.

"Yang terbaik adalah selalu memilih berbagai jenis makanan laut sepanjang minggu untuk memastikan kamu mendapatkan berbagai nutrisi," ujar Shea Rawn.

Baca Juga: 10 Makanan yang Membantu Meredakan Flu dengan Cara Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Halaman:

Tags

Terkini