British Medical Journal (2019) menunjukkan, konsumsi makanan olahan bisa mengembangkan sindrom iritasi usus besar, bahkan kanker.
Tidak bagus untuk jantung
Mengingat semua efek merusak yang dapat ditimbulkan oleh junk food pada tubuh, tidak mengherankan kalau junk food juga bisa merusak sistem kardiovaskular.
Baca Juga: Waspada, Covid Belum Lenyap! Varian Baru Covid-19 “Eris” Sudah Masuk ke Indonesia
Menurut Journal of American College of Cardiology (2019), mengonsumsi makanan olahan, daging merah, dan gula bisa memicu peradangan pada tubuh. Peradangan ini dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Makanan tinggi lemak dan tinggi gula juga dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri, membatasi aliran darah ke seluruh tubuh, dan meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke.
Bukan hanya itu, makanan tinggi lemak jenuh dan kolin akan menghilangkan keseimbangan bakteri usus dan menghasilkan metabolit yang secara langsung berkontribusi pada plak yang menyumbat arteri.