British Medical Journal (2019) menunjukkan, konsumsi makanan olahan bisa mengembangkan sindrom iritasi usus besar, bahkan kanker.
Tidak bagus untuk jantung
Mengingat semua efek merusak yang dapat ditimbulkan oleh junk food pada tubuh, tidak mengherankan kalau junk food juga bisa merusak sistem kardiovaskular.
Baca Juga: Waspada, Covid Belum Lenyap! Varian Baru Covid-19 “Eris” Sudah Masuk ke Indonesia
Menurut Journal of American College of Cardiology (2019), mengonsumsi makanan olahan, daging merah, dan gula bisa memicu peradangan pada tubuh. Peradangan ini dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Makanan tinggi lemak dan tinggi gula juga dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri, membatasi aliran darah ke seluruh tubuh, dan meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke.
Bukan hanya itu, makanan tinggi lemak jenuh dan kolin akan menghilangkan keseimbangan bakteri usus dan menghasilkan metabolit yang secara langsung berkontribusi pada plak yang menyumbat arteri.
Artikel Terkait
Meski Punya 7 Juta Pengikut, Rachel Vennya Nggak Pede Berakting bareng Pemain Sleep Call
Berbagai Promo Makanan dan Minuman Sambut HUT RI 17 Agustus 2023, Ada Banyak!
Menurut Survei, Dewasa Muda Saat Ini Tak Terlalu Mendukung Pemimpin Perempuan. Mengapa?
Bos, Cukup Sampaikan 2 Kata untuk Membuat Karyawan Merasa Divalidasi
Lowongan Kerja Assistant Manager untuk Divisi Lisensi The Walt Disney Indonesia