“Kemampuan durasi berolahraga bisa dibangun pelan-pelan, mulai dari 10-15 menit. Jangan langsung memaksa berolahraga berat. Beri juga jeda hari tanpa berolahraga untuk beristirahat,” ucap Putri bersama Tokopedia (25/05/23).
5. Perhatikan kebutuhan gizi
Di tengah aktivitas fisik yang padat, terutama di musim kemarau, kebutuhan gizi sangat perlu diperhatikan.
“Prioritaskan konsumsi makanan kaya protein. Secara umum, kebutuhan harian protein seseorang adalah 0,8-1,2 gram dikali berat badan. Misal, jika berat badan seseorang adalah 50 kg,maka protein yang dibutuhkan yakni sekitar 40-60 gram per harinya,” jelas Putri bersama Tokopedia.
Baca Juga: Bertanya Soal Gaji saat Wawancara Kerja, Bisa Mengurangi Kesempatanmu Diterima Bekerja
“Untuk meningkatkan sistem imun, tubuh membutuhkan zat gizi makro dan mikro. Zat makro mencakup protein, lemak dan karbohidrat. Sedangkan zat mikro mencakup vitamin dan mineral, seperti vitamin C, vitamin D, magnesium dan zinc.
Perbanyak juga konsumsi sayur, buah dan biji-bijian dengan kandungan serat yang tinggi untuk mengatasi keluhan sembelit, meningkatkan imunitas tubuh dan menurunkan kadar kolesterol jahat pada darah” saran Putri.
Sayur dan buah mengandung banyak air dan elektrolit sehingga esensial bagi ‘remaja jompo’ untuk menjaga tubuh agar tetap terhidrasi terutama sepanjang musim kemarau.