Dia menambahkan peringatan bahwa bagi sebagian orang, mengatur waktu makan mungkin menjadi alat yang berguna dalam melacak nutrisi.
Hanya saja masih ada beberapa pro-kontra terkait hal ini, salah satunya adalah keterbatasan penelitian.
Baca Juga: PNS yang Sudah Menikah Wajib Mengurus Karis dan Karsu untuk Suami-Istrinya
Dr. Fatima Cody Stanford, profesor kedokteran di Harvard Medical School mengungkapkan bahwa Anda tak perlu terlalu fokus pada pembatasan kalori atau puasa intermiten. Sebaliknya, lihatlah nilai gizi dari makanan yang dimakan jika ingin menurunkan berat badan.
Itu adalah hal-hal membosankan yang tidak ingin didengar oleh siapa pun, tambahnya, tetapi tidak ada jalan keluar yang instan untuk langsing dibanding makan buah dan sayuran serta melakukan aktivitas fisik dalam hal manajemen berat badan.
Bagi tubuh, 100 kalori gummy bear tidak sama dengan 100 kalori oatmeal dengan buah dan kacang, tambahnya.
Mengutip CNN, buat tubuh, 100 kalori gummy bear tidak sama dengan 100 kalori oatmeal dengan buah dan kacang, tambahnya.
Tetapi pendekatan atau diet yang berbeda juga harus didukung dengan gaya hidup yang berbeda pula. Tak semua orang bisa dan setiap orang harus bekerja dengan cara dan tubuh mereka sendiri tanpa stres dan rasa malu, kata Stanford.
Jika strategi nutrisi berhasil untuk orang lain, katanya, “itu berarti tubuh seseorang merespons dan yang lain tidak. Bukan berarti kamu tak bisa kurus. Itu hanya berarti bukan itu yang dibutuhkan tubuh Anda.