bugar

Masih Banyak Orang Hilang, Berapa Lama Korban Selamat Di Balik Reruntuhan Gempa Turki Bisa Bertahan?

Sabtu, 18 Februari 2023 | 14:51 WIB
Ilustrasi: Tim INASAR membantu Pemerintah Indonesia mencari WNI yang hilang pasca gempa Turki, Kamis (16/2/2023). Berapa lama korban di balik reruntuhan gempa Turki bisa bertahan? (Humas Basarnas)

PejuangKantoran.com - Pemandangan korban selamat ditarik dari reruntuhan gedung semakin langka di kota-kota besar dan kecil yang dilanda gempa di Turki. Apalagi terjadinya pada hari kedelapan, sembilan, bahkan 10 hari setelah mereka terkubur dalam puing-puing.

Tetapi jumlah mereka semakin kecil dibandingkan dengan jumlah kematian yang telah melampaui 43.000 orang, setelah gempa berkekuatan 7,8 melanda Turki selatan dan Suriah utara pada Senin, 6 Februari 2023.

Pada hari Jumat (17/2/2023), seorang ibu berusia 29 tahun ditemukan hidup, 258 jam setelah terjadinya gempa, di sisa-sisa bangunan di Kahramanmaras, dekat pusat gempa. Sementara itu, dua pria diselamatkan dari rumah sakit yang runtuh di Antakya.

Baca Juga: Anak-anak Terbaring di Reruntuhan di Sisi Jenazah Orangtua Mereka Selama Berhari-hari di Turki

Mengingat masih banyak orang yang dilaporkan hilang, berapa lama kita bisa berharap bahwa masih ada korban selamat di balik puing-puing bangunan tersebut?

Dengan keberuntungan dan keterampilan, mungkin masih akan ada beberapa keajaiban lagi, begitu kata para ahli. Namun dalam upaya pemulihan yang dilakukan, peluang tersebut semakin kecil.

“Tidak biasanya ada orang yang selamat begitu lama seperti ini,” kata ahli bedah trauma Dr. Susan Briggs dari Massachusetts General Hospital, yang berpengalaman ke zona bencana selama 37 tahun untuk merawat orang yang selamat.

“Setelah 72 jam, peluang bertahan hidup tidak besar,” lanjut Briggs. "Sepertinya Anda tidak akan melihat orang yang selamat setelah dua minggu."

Meskipun begitu, selalu ada orang-orang yang mengejutkan tim penyelamat sepanjang waktu, tambah Briggs, yang pada 1999 membentuk dan mengarahkan Tim Tanggap Bedah Medis Internasional di Rumah Sakit Massachusetts.

Baca Juga: Yang Harus Dihindari Saat Terasa Guncangan Gempa di Kantor

Dalam gempa bumi di Armenia, Haiti, dan Iran, dia menyaksikan orang-orang yang ditarik hidup-hidup dari bangunan yang rata setelah waktu yang lama. Setiap korban punya cerita sendiri tentang hal-hal kecil yang menyelamatkan mereka.

Keberuntungan dan kecerdikan di pihak para korban, serta keterampilan dan kesiapsiagaan di pihak penyelamat, akan menjadi faktor penting dalam menentukan apakah lebih banyak korban selamat ditemukan di Turki dan Suriah.

Usia dan kesehatan korban juga memainkan peran penting dalam peluang keselamatan mereka. Yang memperparah kondisi tersebut adalah musim dingin yang kejam di Turki.

Para penyintas sering kali menceritakan bahwa mereka terkubur di antara tembok atau bangunan berat yang tetap utuh. Setelah lolos dari kemungkinan cedera, mereka yang terjebak kemudian mengerti apa yang membuat mereka mampu bertahan hidup.

Tetesan air hujan yang masuk ke lubang di dekat mereka membantu mencegah dehidrasi, kondisi yang bisa menewaskan mereka dalam hitungan jam atau hari, tergantung suhu.

Halaman:

Tags

Terkini