PejuangKantoran.com - Kita sudah sangat terbiasa menghabiskan jam makan siang bersama rekan kerja. Sampai-sampai kita tidak sadar bahwa pilihan makanan kita -sehat atau tidak sehat- ternyata ditentukan oleh rekan kerja kita, demikian menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Human Behavior.
Para peneliti dari The University of Massachussetts merekrut lebih dari 6.000 karyawan Massachussetts General Hospital dengan kisaran usia dan status sosioekonomi yang berbeda untuk makan di tujuh kafetaria di sistem rumah sakit tersebut selama dua tahun. Pada akhir analisis, para peneliti mampu membangun korelasi positif antara pilihan makanan karyawan saat ini dan pilihan makanan sebelumnya yang dibuat oleh rekan kerja mereka.
“Datanya diambil dari 3 juta pertemuan di mana beberapa karyawan membeli makanan bersama pada tahun 2015 – 2016. Kesehatan jenis makanan ditentukan oleh label “lampu merah”. Proporsi makanan sehat dan tidak sehat yang dibeli ternyata berhubungan positif antara karyawan yang terhubung,” demikian tulis para penulis.
Baca Juga: Habis Pandemi Muncul Tridemik, Masih Bisakah Suntik Vaksin Flu Sekarang?
Rekan kerja meniru pilihan makanan orang lain
Secara konsisten, peserta meniru pilihan makanan dari orang-orang di lingkaran terdekat mereka, dan atau yang dibuat oleh kenalan biasa. Fakta tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mendorong intervensi di tempat kerja untuk mempromosikan makan sehat dan mengurangi obesitas melalui strategi berbasis rekan.
“Aspek baru dari penelitian kami adalah menggabungkan jenis data pelengkap dan meminjam alat dari analisis jejaring sosial untuk memeriksa bagaimana perilaku makan sekelompok besar karyawan terhubung secara sosial dalam jangka waktu yang lama,” says Pachucki, professor sosiologi di The Computational Social Science Institute, UMass Amherst.
Baca Juga: Ketularan Pilek di Kantor, Ini Cara Menghilangkan Pilek dengan Cepat Tanpa Obat
“Ketika kita keluar dari pandemi dan beralih kembali ke pekerjaan tatap muka, kita punya kesempatan untuk makan bersama dengan cara yang lebih sehat daripada sebelumnya,” kata Pachucki. “Jika kebiasaan makan kamu membentuk cara makan rekan kerja kamu—walaupun hanya sedikit—maka mengubah pilihan makananmu menjadi lebih baik mungkin juga menguntungkan rekan kerjamu.”
Meskipun studi ini berfokus pada hubungan di tempat kerja, implikasinya dapat diterapkan pada dinamika sosial yang lebih luas dengan mudah. Serangkaian studi yang dilakukan secara independen sampai pada kesimpulan serupa; ada tekanan sosial yang nyata untuk meniru pilihan pola makan orang-orang di sekitar kita. Untungnya, pilihan yang sehat sama berpengaruhnya dengan pilihan yang tidak sehat.
Artikel Terkait
Teman Kantor Bau Badan, Gimana Cara Menegur Orang Bau Badan Biar Tak Tersinggung?
Tips Anti Ngantuk di Kantor Setelah Nonton Piala Dunia 2022
5 Cara Unik Pejuang Kantoran Demi Bisa Begadang Nonton Bola
Contek Rahasia Sukses Elon Musk, Ada yang Lebih Penting dari Baca Buku!
Haruskah Bon Makanan Dibagi Rata? Ini 5 Etiket Split Bill Saat Makan Bersama di Restoran