- Beban Kerja dan Tuntutan (Job Demands)
Ini faktor yang sering disalahpahami. Ketika ada target yang realistis, proyek baru yang menantang, dan tanggung jawab yang lebih besar, work engagement akan naik. Sebaliknya, jika tuntutan yang berlebihan, lembur terus menerus dengan deadline yang tidak relaistis, kekurangan staf dan konflik peran menjadikan burn out sehingga engagement turun.
- Hubungan dengan Rekan Kerja
Tim yang suportif meningkatkan engagement melalui bantuan saat ada kesulitan, berbagi pengetahuan, rasa memiliki (sense of belonging), dan kolaborasi yang sehat. Sementara crab mentality akan membuat work engagement turun drastis.
- Gaya Kepemimpinan
Ketika atasan sangat transformasional, memberi coaching secara tepat, serta partisipatif akan membuat work engagement naik. Sebaliknya, work engagement akan turun ketika atasan otoriter berlebihan dan tidak pedulian.
- Faktor Individu (Personal Resouces)
Ketika seseorang punya rasa percaya diri untuk menyelesaikan tugas, melihat adanya peluang dalam tantangan, cepat bangkit dari kegagalan, dan punya keyakinan bahwa ia punya kemampuan yang bisa dikemabngkan, maka work engagement akan tinggi.
- Keseimbangan Kerja–Hidup (Work–Life Balance)
Ketika keseimbangan baik, maka energi akan pulih lebih cepat, kesehatan mental terjaga, dan engagement bisa berkelanjutan. Sebaliknya, ketika keseimbangan buruk maka terjadi kelelahan yang kronis sehingga menimbulkan sinisme dan menyebabkan semangat menurun.
- Faktor Organisasi yang Sering Terlupakan
Ibarat naik kendaraan umum di mana kita harus tahu arah tujuannya, maka saat bekerja kita mesti tahu dengan jelas strategi Perusahaan. Tentu saja ini harus ada komunikasi internal yang baik, sehingga bisa mendorong budaya inovasi meningkat.
Sebaliknya, ketika organisasi berlebihan dalam birokrasi, ada politik kantor yang tinggi, serta ketidak pastian yang tidak dijelaskan, akan membuat work engagement menurun.
Nah, jika kamu seorang manajer, perhatikan 9 faktor tersebut agar tim kamu menjadi lebih perform. ***
Artikel Terkait
12 Strategi Yang Bisa Kamu Terapkan Untuk Menghadapi Burn Out Atau Kelelahan Kerja
Jangan Remehkan Bestie di Tempat Kerja, Mereka yang Membantu Kamu Menghindari Burnout!
Gimana Cara Berkembang di Tempat Kerja kalau Atasan Tidak Pernah Memberikan Feedback?
Cara Mengubah Gaya Kepemimpinan dari Bos Menjadi Leader untuk Menurunkan Turnover Karyawan
First-Year Turnover, Karyawan Keluar Saat Belum Sampai Setahun Bekerja, Bukan Perkara Enteng. Ini Aalasannya!
10 Langkah yang Bisa Dilakukan Organisasi untuk Mencegah Crab Mentality di Kantor