Jumlah Karyawan yang Terpaksa Mengambil Gaji Lebih Rendah Usai Kena PHK Mencapai 40 Persen

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 10 Juli 2026 | 18:12 WIB
Ilustrasi: Jumlah pekerja kantoran yang terpaksa mengambil potongan gaji (salary cut) di atas 10% saat pindah kerja mencapai angka 40%. (Freepik/Jcomp)
Ilustrasi: Jumlah pekerja kantoran yang terpaksa mengambil potongan gaji (salary cut) di atas 10% saat pindah kerja mencapai angka 40%. (Freepik/Jcomp)

PejuangKantoran.com - Ternyata, fenomena menerima penawaran kerja dengan gaji lebih rendah setelah kena PHK itu sedang terjadi di mana-mana. Banyak karyawan yang terpaksa turun gengsi dan menerima tawaran gaji di luar ekspektasi. Ya, daripada menganggur, kan?

Faktanya, pasar kerja saat ini memang menipu banget. Banyak orang yang kelihatannya berhasil mendapat pekerjaan baru, padahal di lagi balik itu mereka harus mengorbankan banyak hal demi bisa menyambung hidup.

Menurut analisis data internet dari Revelio Labs, jumlah pekerja kantoran yang terpaksa mengambil pengurangan gaji (salary cut) di atas 10% saat pindah kerja mencapai angka 40%.

Baca Juga: Haruskah Menerima Tawaran Pekerjaan dengan Gaji Lebih Rendah Setelah Kena PHK?

Angka ini adalah yang tertinggi dalam satu dekade terakhir. Kebalikannya, persentase orang yang bisa dapat kenaikan gaji tinggi justru lagi anjlok ke titik terendah.

Kenapa kita bisa se-desperate itu? Masalah utamanya adalah durasi menganggur yang makin panjang. Data pemerintah Amerika Serikat menunjukkan, jumlah orang yang menganggur lebih dari enam bulan (pengangguran jangka panjang) meningkat hampir dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir.

Setelah berbulan-bulan mengirim ratusan lamaran dan menghadapi penolakan bertubi-tubi, banyak orang akhirnya menyerah (atau lebih tepatnya berdamai) dengan keadaan. Mereka terpaksa mengambil pekerjaan dengan gaji lebih rendah, yang awalnya tidak pernah terbayang bakal mereka ambil.

Perusahaan makin jual mahal?

Alasan mendasar dari fenomena ini sebenarnya simpel, yaitu lowongan kerja memang lagi sedikit, sedangkan jumlah pencari kerja membeludak. Karena posisi tawar ada di tangan perusahaan, mereka jadi jauh lebih pemilih.

Cara mereka pilih-pilih ini kelihatan jelas dari syarat lowongan kerja sekarang. Perusahaan mulai menuntut pengalaman kerja yang lebih lama untuk posisi yang sama. Buat tingkat menengah, syarat pengalaman naik sekitar 10%.

Baca Juga: Film 'Seni Merayu Tuhan', yang Diangkat dari Buku Best Seller Karya Habib Ja'far akan Segera Tayang

Sementara untuk posisi senior, syarat pengalamannya melonjak sampai 11% lebih tinggi dibanding tiga tahun lalu. Jadi, jangan heran kalau sekarang banyak posisi manajer tapi syaratnya sudah kayak buat direktur.

Ancaman wage scarring

Keputusan mengambil gaji lebih rendah ini sayangnya punya efek domino yang berbahaya buat karier. Di dunia ekonomi, ada istilah bernama wage scarring atau cacat upah. Apa itu?

Maksudnya begini, saat kamu menerima gaji kecil sekarang ini, dasar negosiasi gajimu untuk tahun-tahun ke depan otomatis bakal ikut rendah. Kalau kamu minta naik gaji di kantor sekarang, persentasenya bakal dihitung dari basis gaji barumu yang kecil itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Business Insider

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X