Sebaliknya, jika setiap kesalahan langsung disalahkan atau dipermalukan, anggota tim cenderung memilih diam dan hanya melakukan pekerjaan minimum.
Pimpinan bisa mendukung psychological safety misal dengan:
- Mendengarkan tanpa langsung menghakimi.
- Menghargai pertanyaan.
- Membahas kesalahan sebagai bahan pembelajaran.
- Mengundang pendapat dari anggota yang biasanya pendiam.
3. Berikan Otonomi
Engagement meningkat ketika orang merasa dipercaya. Ini tidak berarti tanpa aturan, melainkan memberi ruang bagi anggota tim untuk menentukan cara terbaik mencapai target.
Misal: "Targetnya seperti ini. Menurutmu pendekatan mana yang paling efektif?"
Otonomi meningkatkan rasa memiliki (ownership), yang pada gilirannya meningkatkan engagement.
4. Berikan umpan balik yang berkualitas
Feedback bukan hanya diberikan ketika ada kesalahan. Feedback yang efektif bersifat spesifik, tepat waktu, berorientasi pada pengembangan, dan seimbang antara apresiasi dan perbaikan.
Misalnya, "Data yang kamu gunakan sangat kuat. Agar lebih meyakinkan, coba sederhanakan tiga slide terakhir sehingga pesan utamanya lebih mudah ditangkap audiens."
Feedback seperti ini membantu anggota tim berkembang tanpa kehilangan motivasi.
Baca Juga: Untuk Pimpinan Perusahaan, Gen Z Mencari Perusahaan Dengan Ciri-Ciri Seperti Ini
5. Berikan tantangan yang sesuai
Engagement berada pada titik optimal ketika tantangan sesuai dengan kemampuan. Jika pekerjaan terlalu mudah akan muncul kebosanan. Jika terlalu sulit, muncul stres dan frustrasi.
Pemimpin perlu terus menyesuaikan tingkat tantangan. Misalnya, memberi proyek baru, rotasi tugas, kesempatan memimpin proyek kecil, atau melibatkan anggota tim dalam pengambilan keputusan.
6. Berikan pengakuan (recognition)
Artikel Terkait
Cara Manfaatkan Evaluasi Personal di Akhir Tahun Untuk Menemukan Peluang dan Berkembang
Gimana Cara Berkembang di Tempat Kerja kalau Atasan Tidak Pernah Memberikan Feedback?
Tanda-tanda Kamu Mulai Keteteran saat Mengerjakan Project, Kapan Harus Memberi Tahu Atasan?
Apa Perbedaan Mentorship dan Sponsorship Dalam Karier? Mana yang Lebih Penting?
Psychological Safety ala Google yang Sangat Bermanfaat Bagi Organisasi Perusahaan