Tanda-tanda Kamu Mulai Keteteran saat Mengerjakan Project, Kapan Harus Memberi Tahu Atasan?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 7 April 2026 | 15:47 WIB
Ilustrasi: Kenali tanda-tanda bahwa kamu merasa kesulitan saat mengerjakan project, dan menyampaikan pada atasan bahwa kamu butuh bantuan. (Freepik/Pressfoto)
Ilustrasi: Kenali tanda-tanda bahwa kamu merasa kesulitan saat mengerjakan project, dan menyampaikan pada atasan bahwa kamu butuh bantuan. (Freepik/Pressfoto)

PejuangKantoran.com - Tiba-tiba dilibatkan atasan untuk mengerjakan project itu saja sudah cukup berat. Di tengah jalan, project terasa semakin sulit dan seperti tidak ada ujungnya.

Kadang, rencana yang sudah disusun rapi mendadak berantakan. Mungkin karena tugasnya ternyata jauh lebih rumit dari dugaan, atau mungkin kita sendiri yang salah tangkap instruksi pada awalnya.

Jujur saja, pimpinan yang paling hebat sekalipun pasti pernah menemui jalan buntu. Tapi, masalah terbesar sebenarnya bukan pada hambatannya, melainkan rasa takut kita untuk mengakui bahwa kita menemukan hambatan dan butuh bantuan.

Baca Juga: Karyawan Citigroup di Paris dan Frankfurt Diminta WFH usai Rencana Pengeboman di Bank of America

Kita sering merasa malu atau takut dianggap tidak kompeten kalau bilang ke atasan bahwa kita merasa kesulitan. Padahal, diam saja dan membiarkan deadline lewat begitu saja justru dampaknya lebih mengkhawatirkan.

Kapan harus menyampaikan pada atasan?

Lebih cepat sebenarnya lebih baik. Kebanyakan atasan biasanya lebih suka mendengar kabar buruk sekarang daripada nanti saat semuanya sudah terlambat untuk diperbaiki.

Masih belum yakin? Kamu bisa mengenali beberapa tanda bahwa kamu butuh bantuan saat mengerjakan project:

  • Kamu terus-menerus melewatkan target-target kecil menjelang tenggat waktu.
  • Kamu butuh lebih banyak waktu untuk mengerjakan, tapi progresnya tetap jalan di tempat.
  • Ada hambatan yang tidak bisa kamu atasi tanpa tambahan tenaga.
  • Prioritas, ekspektasi, atau cakupan project berubah secara mendadak sehingga kamu tidak bisa menanganinya sendiri.

Nah, kalau kamu merasakan salah satu hal di atas, jangan ditunda lagi. Buruan menghadap atasan sebelum kamu kena semprot.

Siapkan bekal sebelum menghadap

Saat kamu masuk ke ruangan si bos atau mengirim pesan pribadi, jangan datang hanya dengan tangan kosong dan keluhan. Pastikan kamu sudah punya gambaran yang jelas dengan mencoba jawab beberapa pertanyaan ini untuk diri sendiri:

Baca Juga: 5 Cara Merespons Permintaan Slip Gaji agar Proses Rekrutmen Berjalan Lebih Adil dan Transparan

  • Apa masalah utamanya?
  • Apa saja yang sudah kamu coba lakukan untuk menyelesaikannya?
  • Apa dampaknya kalau masalah ini tidak segera dibenahi?

Dengan persiapan ini, obrolan kamu dengan si bos tidak akan terdengar seperti curhatan emosional, melainkan diskusi profesional untuk mencari solusi. Atasan akan jauh lebih menghargai kalau kamu bisa menunjukkan bahwa kamu sudah berusaha maksimal sebelumnya.

Cara menyampaikan hambatan kamu

Pilih waktu yang tepat. Jangan membahas masalah ini di tengah rapat besar yang sedang sibuk atau di lorong kantor saat orang sedang berlalu-lalang. Sebaiknya, kirim pesan singkat untuk minta waktu bicara empat mata.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Skill Path

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X